JoSS, JAKARTA – Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan acara Inventor Meet Investor dengan tujuan untuk meningkatkan jumlah inovasi dari UGM yang ter hilirisasi ke industri. Kegiatan ini diadakan pada Rabu (21/6/2023) di Kampus UGM Jakarta, dan bertujuan untuk membangun interaksi serta memperkuat jaringan akademik dalam mendukung kelangsungan inovasi.
Dr. Hargo Utomo, M.B.A., Direktur Pengembangan Usaha dan Inkubasi UGM, menyatakan bahwa acara ini dihadiri oleh sejumlah penemu, antara lain drg. Indra Bramanti, Sp., KGA (Fakultas Kedokteran Gigi), dr. Paranita Ferronika, Ph.D (Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan).
Selain itu ada dr. Hanggoro Tri Renonce, Sp.Pa (K), Ph.D (Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan), Ariani Arista Putri Pertiwi, S.Kep., Ns., MAN.,DNP (Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan), dr. Mahmud, M.Sc.,Sp.An (Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan).
Ada juga dr. Yudha Mathan Sakti, Sp.OT (K) (Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan), Ir. Sentagi Sesotya Utami, S.T., M.Sc., Ph.D (Fakultas Teknik), Dr. Eng. Adhika Widyaparaga, ST, M. Biomed.E. (Fakultas Teknik), Dr. Eng. Muhammad Kholid Ridwan, S.T., M.Sc. (Fakultas Teknik), dan Ir. Moh. Fahrurrozi, M.Sc., Ph.D., IPU. (Fakultas Teknik).
Baca Juga: UGM Terima 2.826 Calon Mahasiswa Baru Lewat Jalur SNBT
Hargo menekankan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya percepatan hilirisasi hasil inovasi dengan pendekatan yang berorientasi industri, melalui UGM Science Techno Park sebagai perantara dan wadah produktif berbasis riset dan inovasi yang bekerja sama dengan industri dan pemerintah.
“Ini merupakan langkah menuju percepatan hilirisasi dengan pendekatan industry driven yang sedang diperkuat oleh Innovation Project Management dalam memperluas kemitraan dengan industri,” tegas Hargo.
Dia juga menambahkan bahwa sejumlah inovasi di bidang kesehatan yang dikembangkan oleh peneliti UGM saat ini telah menjadi solusi bagi permasalahan kesehatan di Indonesia. Inovasi tersebut tidak hanya terkait dengan farmasi dan alat kesehatan, tetapi juga mencakup inovasi pendukung dalam pembelajaran calon paramedis dan peningkatan pelayanan kesehatan.
“Forum ini akan diadakan secara serial dengan topik yang diambil dari permasalahan bangsa dan penelitian Flagship Research UGM,” jelasnya, dikutip dari ugm.ac.id.
Acara tersebut menghadirkan berbagai kegiatan seperti talkshow, penandatanganan perjanjian kerja sama, mini expo, dan jaringan bisnis.
Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengembangan Usaha, dan Kerja Sama, Ignatius Susatyo Wijoyo, M.M., menyambut baik diselenggarakannya acara ini. Menurutnya, keberhasilan program ini tergantung pada kepercayaan mitra dunia usaha dan dunia industri terhadap hasil riset perguruan tinggi.
“Diharapkan program Inventor Meet Investor menjadi ruang kolaborasi antara industri dan perguruan tinggi dalam menciptakan inovasi yang berdampak pada kemajuan ekonomi Indonesia dan peningkatan daya saing bangsa,” ujar Susatyo. (lna)

Leave a Reply