Tahun Ini Dieng Culture Festival Ditiadakan, Panitia Ungkap Alasannya

Dieng Culture Festival Ditiadakan
Ilustrasi, Ritual Jamasan, merupakan tradisi memotong rambut gimbal pada anak-anak. Img: Resmi IG/DCF

JoSS, BANJARNEGARA – Event pariwisata tahunan di kawasan Dieng Banjarnegara – Dieng Culture Festival (DCF)-  tahun ini resmi ditiadakan.

Ketua panitia DCF sekaligus ketua Pokdarwis Dieng Pandawa, Alif Fauzi mengatakan keputusan itu diambil karena saat ini sedang ada proyek penataan kawasan wisata dataran tinggi Dieng.

“Dengan adanya proyek penataan kawasan wisata Dieng dari Kementerian PUPR ini kita harus mempertimbangkan beberapa hal, salah satunya kenyamanan wisatawan. Jangan sampai nanti terganggu adanya material, lubang-lubang yang dikhawatirkan membahayakan wisatawan,” kata Alif seperti dikutip dari detikJateng, Selasa (20/6/2023).

Ia mengaku sempat berencana menggelar DCF 2023 dalam skala kecil. Namun, niat tersebut diurungkan karena acara tersebut tetap berpotensi menarik wisatawan ke Dieng dengan jumlah yang tidak bisa diperkirakan.

“Kalau (wisatawan) sudah datang ke Dieng kita kan tidak bisa menolak. Sedangkan di sini sedang ada penataan. Nanti terkait keamanan dan keselamatan wisatawan siapa yang bertanggung jawab. Ini berbeda ketika DCF digelar saat pandemi COVID-19, karena saat itu semuanya ketat,” jelasnya.

Baca Juga: Tak Seperti Biasa, Embun Beku Menyelimuti Candi Arjuna Dieng Saat Suhu Terendah 3,39 Derajat Celsius

Menurut Alif, saat ini sudah ada beberapa anak rambut gimbal yang ingin diruwat saat DCF. Sementara, anak-anak tersebut didaftar terlebih dahulu oleh pemangku adat Dieng.

“Kalau anak rambut gimbal yang datang ke sini untuk diruwat saat DCF banyak. Sementara biar didata dulu di pemangku adat,” ujarnya.

Alif memastikan, DCF akan kembali digelar pada tahun 2024. Diharapkan proyek penataan kawasan wisata Dieng sudah selesai pada Agustus 2024. “Tahun berikutnya tetap digelar, semoga Agustus sudah selesai penataan kawasan wisata ini,” kata dia.

Alif menambahkan, ia dan warga Desa Dieng Kulon tetap legawa dengan ditiadakannya DCF 2023. Menurutnya, warga juga mendukung program penataan kawasan wisata Dieng. Ia menjelaskan, objek wisata tidak hanya seputar destinasi tapi juga soal infrastruktur yang memadai.

“Kita legawa tidak ada DCF. Justru kita harus apresiasi program penataan kawasan wisata ini. Karena infrastruktur yang memadai ini kan penting. Saat ini masih kurang penerangan jalan, tempat untuk jalan kaki, dan lain sebagainya,” pungkasnya. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*