
JoSS, PURWOKERTO – Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto berencana untuk segera meresmikan Satuan Tugas (Satgas) Kampus Bebas Narkoba guna mengantisipasi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dan obat-obatan terlarang lainnya.
Norman Arie Prayogo, Wakil Rektor III Unsoed Bidang Kemahasiswaan dan Alumni mengatakan rencananya peresmian akan dilakukan bertepatan dengan Hari Anti-Narkotika Internasional yakni 26 Juni.
“Pada tanggal 26 Juni 2023, kami akan meresmikan Satgas Kampus Bebas Narkoba beserta Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Antinarkoba, bertepatan dengan Hari Anti-Narkotika Internasional,” ujar Norman Arie Prayogo, di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Selasa (13/6/2023) siang.
Baca Juga: Unsoed Kaji Partisipasi Perempuan dalam KWT di Cilacap
Menurutnya, pembentukan satgas dan UKM tersebut telah dilakukan oleh Unsoed jauh sebelum Ketua Komisi X DPR RI, Syaiful Huda, meminta Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) untuk membentuk tim khusus setelah ditemukannya brankas narkoba di Universitas Negeri Makassar (UNM), Sulawesi Selatan.
Norman menjelaskan bahwa Satgas Kampus Bebas Narkoba dan UKM Antinarkoba di Unsoed dibentuk setelah perguruan tinggi negeri tersebut menandatangani perjanjian kerja sama (PKS) dengan Badan Narkotika Nasional (BNN), BNN Provinsi Jawa Tengah, dan BNN Kabupaten Banyumas.
Ia menyebut beberapa kegiatan yang telah dilakukan, termasuk pelatihan tentang bahaya narkoba bagi mahasiswa yang diselenggarakan oleh BNN Kabupaten Banyumas.
Selain itu, dalam program kuliah kerja nyata (KKN), mahasiswa Unsoed juga turut mensosialisasikan bahaya narkoba kepada masyarakat.
“Kami telah memiliki tim dan telah terbentuk cukup lama, termasuk UKM-nya, namun belum diresmikan,” tegasnya, dikutip dari Antara.
Lebih lanjut, Norman menyebut bahwa selain menjalin kerja sama dengan BNN, Unsoed juga telah meningkatkan koordinasi dengan Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banyumas.
Dari hasil koordinasi tersebut, ia mengakui adanya indikasi penyalahgunaan narkoba, terutama obat-obatan terlarang, yang dilakukan oleh beberapa mahasiswa Unsoed.
Menurutnya, mahasiswa yang terlibat dalam penyalahgunaan obat-obatan terlarang tersebut telah mendapatkan pembinaan dan rehabilitasi yang baik.
“Di perguruan tinggi dengan jumlah mahasiswa sebanyak di tempat kami, mencapai 30 ribu orang, jika dilihat dari pergaulan saat ini, tidak mungkin tidak ada mahasiswa yang terlibat narkoba, pasti masih ada,” ujarnya.
Oleh karena itu, ia menyatakan bahwa pihak Unsoed telah membuka diri dan gencar melakukan tindakan antinarkoba.
Selain itu, ia menegaskan bahwa Unsoed berkomitmen untuk mewujudkan kampus yang bebas dari narkoba.
“Kami siap menjadi contoh Satgas Kampus Bebas Narkoba karena tim kami telah beroperasi. Kami mengundang semua orang untuk datang ke kampus kami,” pungkas Norman. (lna)

Leave a Reply