JoSS, TEMANGGUNG– Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Pemerintah Kabupaten Temanggung memberikan bantuan benih tembakau secara gratis kepada para petani guna menjaga kemurnian tembakau lokal varietas kemloko.
Joko Budi Nuryanto, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Pemkab Temanggung, mengungkapkan bahwa bantuan benih tembakau gratis tersebut berjumlah sekitar 110 kilogram, setara dengan luas tanam kurang lebih 11.000 hektare.
Ia menyebutkan bahwa bantuan benih tembakau tersebut mencakup varietas Kemloko 1, 2, 3, 4, 5, dan Kemloko 6.
“Bantuan benih gratis dengan varietas kemloko ini bertujuan untuk menjaga kemurnian tembakau Temanggung, karena varietas kemloko ini sangat cocok ditanam di wilayah lereng Gunung Sindoro, Sumbing, dan Prahu,” ujar Joko, seperti dilansir dari Antara.
Selain bantuan benih tembakau, juga akan ada bantuan pupuk tembakau berupa jenis fertila dan ZA untuk luas lahan sekitar 2.700 hektare.
Joko menyampaikan bahwa bantuan pupuk tersebut didanai melalui APBN untuk 50 hektare, APBD provinsi untuk 550 hektare, dan APBD Kabupaten Temanggung untuk 2.100 hektare lahan tembakau.
“Bantuan pupuk ini merupakan bentuk keberpihakan pemerintah daerah kepada para petani tembakau, mengingat tidak ada subsidi pupuk untuk tembakau,” tambahnya.
Sementara itu, luas tanaman tembakau di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, diprediksi akan mencapai antara 14.000 hingga 16.000 hektare pada tahun 2023, seperti tahun-tahun sebelumnya. Dia menambahkan terkait isu pengkategorian tembakau sebagai zat aditif pada RUU Kesehatan, belum memengaruhi petani di wilayah ini.
“Meskipun ada isu RUU Kesehatan, petani di Kabupaten Temanggung tetap akan menanam tembakau pada musim kemarau tahun ini,” ungkap Joko. Menurutnya, pengaruh RUU tersebut terhadap tanaman tembakau belum terlalu signifikan karena RUU tersebut masih dalam bentuk draft.
“Jika ada penurunan luas tanaman tembakau, bukan karena RUU tersebut, melainkan mungkin disebabkan oleh ketidakstabilan harga komoditas dalam 2-3 tahun terakhir ini,” jelasnya.
Joko mengungkapkan bahwa hingga pertengahan Mei 2023, luas tanaman tembakau di Temanggung telah mencapai 5.161 hektare. Namun, data tersebut belum mencakup laporan dari semua kelompok tani, sehingga perkiraan lapangan menunjukkan angka mencapai 7.000 hingga 8.000 hektare saat ini.
Ia juga menyampaikan bahwa masa tanam tembakau tahun ini sedikit terlambat karena intensitas hujan yang tinggi dalam beberapa waktu terakhir di wilayah Temanggung.
“Informasi dari petani menunjukkan bahwa tanam tembakau tahun ini mengalami penundaan sekitar dua hingga tiga minggu dibandingkan dengan biasanya, disebabkan oleh faktor cuaca. Jika intensitas hujan masih tinggi saat penanaman tembakau, maka petani harus melakukan penyiraman yang lebih intensif,” paparnya.(lna)

Leave a Reply