JoSS, MAGELANG– Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah, akan menjadi pusat peringatan Waisak 2567 BE (Buddhist Era) pada Minggu, 4 Juni 2023.
Umat Buddha dari seluruh tanah air akan berkumpul di tempat ini untuk memperingati tiga peristiwa penting dalam agama Buddha, yaitu hari lahir Sidharta Gotama (calon Buddha Gautama), momen Sidharta mendapatkan pencerahan ilmu, serta hari wafatnya Buddha.
Dalam peringatan Waisak 2023, Candi Borobudur akan menggelar berbagai kegiatan menarik. Salah satunya adalah kehadiran 32 bhante atau biksu yang melakukan ritual Thudong, yaitu perjalanan jalan kaki dari Thailand hingga mencapai Candi Borobudur. Ritual ini merupakan simbol dari ketekunan dan kesungguhan dalam mencari pencerahan.
Tagline perayaan Waisak 2023 adalah “Toleransi,” yang menggambarkan pentingnya sikap saling menghormati dan menerima perbedaan antarumat beragama. Dalam tema “Aktualisasikan Ajaran Buddha Dharma Di Dalam Kehidupan Sehari-Hari,” perwakilan Walubi (Wahana Buddha Indonesia) mendorong umat Buddha untuk menerapkan ajaran Buddha dalam kehidupan sehari-hari.
Subtema perayaan Waisak 2023 adalah “Momentum Waisak Memperkuat Persatuan dan Kesatuan Bangsa Serta Perdamaian Dunia.” Perayaan ini akan dilaksanakan di Candi Mendut & Candi Agung Borobudur pada tanggal 4 Juni 2023.
Menurut Surat Edaran Dewan Pengurus Pusat Perwakilan Umat Buddha Indonesia, acara puncak perayaan Waisak 2023 di Candi Borobudur akan berlangsung pada tanggal 4 Juni 2023, dengan detik-detik Waisak terjadi pada pukul 10.41.19 WIB.
Berikut adalah jadwal rangkaian kegiatan perayaan Waisak di Candi Borobudur 2023:
1. 2 Juni 2023: Api Dharma di Mrapen, Grobogan, dan Ritual Candi Mendut
2. 3 Juni 2023: Air Berkah di Umbul Jumprit, Temanggung, dan Ritual Candi Mendut
3. 4 Juni 2023:
– Jam 05.30-06.30 WIB: Persiapan prosesi
– Jam 06.30-08.30 WIB: Prosesi dari Candi Mendut ke Candi Borobudur
– Jam 08.30-08.45 WIB: Penyalaan lilin dan dupa oleh berbagai tokoh termasuk Bhikku Sangha, Ketua Umum WALUBI dan PERMABUDHI, Dirjen Bimas Buddha beserta jajarannya, serta Pimpinan Majelis
– Jam 08.45-08.55 WIB: Sambutan Ketua Umum DPP WALUBI, Ibu Dra. S. Hartati Murdaya
– Jam 08.55-09.05 WIB: Sambutan Ketua Umum Permabudhi, Bapak Prof. Dr. Philip.K.Wijaya
– Jam 10.15-10.25 WIB: Renungan Waisak oleh Y.M. Dr. (H.C). Maha Bhiksu Dutavira Mahasthavira
– Jam 10.25-10.35 WIB: Tuntutan Meditasi menyambut detik-detik Waisak oleh Bhante Wongsin Labhiko Mahathera
– Jam 10.35 WIB: Meditasi menjelang detik-detik Waisak
– Jam 10.41.19 WIB: Detik-detik Waisak 2567 BE 2023 ditandai dengan pemukulan gong 3x dan pemercikan air suci, serta pembacaan paritta Jayanto oleh umat
– Jam 10.50 WIB: Meditasi selesai ditandai dengan pemukulan gong 1x
– Jam 10.50-11.30 WIB: Pesan Waisak oleh Guru Vajradhara H.H. Chamgon Kenting Taisitupa Rinphoce secara virtual
– Jam 11.30-13.00 WIB: Pradaksina, di mana semua umat berkumpul di Altar Utama Candi Borobudur
– Jam 13.00-17.00 WIB: Istirahat dan umat kembali ke tenda masing-masing Majelis untuk melaksanakan ritual masing-masing di Taman Lumbini
– Jam 17.00 WIB-selesai: Acara Pelepasan Lampion di Lapangan Marga Utama
Perayaan Waisak di Candi Borobudur 2023 diharapkan dapat memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa, serta membawa perdamaian dunia. Melalui kegiatan ini, umat Buddha dapat memperkuat iman dan mempraktikkan ajaran Buddha dalam kehidupan sehari-hari. (lna)

Leave a Reply