JoSS, SOLO – Pemerintah Kota Surakarta berencana mengoptimalkan kunjungan wisatawan ke Masjid Raya Sheikh Zayed dengan mengubah konsep Pasar Ngudi Rejeki di Gilingan Solo menjadi Pusat Cinderamata dan pusat oleh-oleh bagi para wisatawan.
Keputusan ini diambil untuk memanfaatkan peluang bisnis yang tercipta dengan meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan religi ke masjid yang dihibahkan oleh Pemerintah Uni Emirat Arab tersebut.
Direktur Operasional Masjid Raya Sheikh Zayed, Munajat, mengatakan bahwa mereka telah melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kota Surakarta untuk memaksimalkan kedatangan para wisatawan. “Kami merasa sayang jika para wisatawan tidak memiliki souvenir,” ujarnya, seperti dilansir dari Antara.
Dalam pembicaraan dengan Pemerintah Kota Surakarta, mereka sepakat untuk mengoptimalkan keberadaan pasar yang ada di sekitar masjid. Munajat menambahkan, “Pasar-pasar kami akan dimanfaatkan. Potensi pasar tersebut sangat besar, dengan jumlah wisatawan mencapai 30.000 orang per hari.”
Wali Kota Surakarta, Gibran Rakabuming Raka, menyebut beberapa jenis souvenir yang akan dijual sebagai oleh-oleh khas Masjid Sheikh Zayed, antara lain sajadah dan perlengkapan salat. “Kami juga akan membuat kaos bergambar masjid, magnet untuk kulkas, dan gantungan kunci,” tambahnya.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Surakarta, Heru Sunardi, mengungkapkan bahwa lokasi dagang cenderamata Masjid Sheikh Zayed akan menggunakan kios-kios kosong di Pasar Ngudi Rejeki dan Pasar Ngemplak. Penjual cenderamata tersebut akan dipilih dari Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang telah dilatih untuk menjual souvenir-souvenir masjid.
Perubahan konsep pasar tradisional di sekitar Masjid Raya Sheikh Zayed menjadi pusat cinderamata dan oleh-oleh ini akan dilakukan dalam waktu dekat. Wali Kota Gibran telah meminta koordinasi antara Dinas Perdagangan dan Dinas Koperasi UMKM untuk mengimplementasikannya. “Tahun ini, sebelum viaduk dibuka, konsep pasar sudah berubah,” ungkap Gibran.
Heru Sunardi menyatakan bahwa kios-kios pedagang yang tidak digunakan akan difungsikan sebagai tempat berjualan cinderamata dan oleh-oleh. Saat ini, terdapat 24 tempat yang kosong di Pasar Ngemplak dan 20 tempat kosong di Pasar Ngudi Rejeki (Gilingan) yang dapat dimanfaatkan. Penempatan pedagang tersebut akan disesuaikan dengan kebutuhan lapangan dan akan dikurasi oleh Dinas Koperasi UMKM dan Perindustrian.
Dengan adanya perubahan konsep ini, diharapkan kunjungan wisatawan ke Masjid Raya Sheikh Zayed semakin meningkat dan dapat memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. (lna)

Leave a Reply