JoSS, KENDAL – Muhammadiyah meluncurkan perluasan pelibatan empat Rumah Sakit (RS) Muhammadiyah dan 101 Rumah Sakit Muhammadiyah Afiliasi (RSMA) melalui program USAID Mentari TB, sebagai bagian dari komitmen dalam Gerakan eliminasi Tuberkulosis (TB).
Peluncuran ini dilakukan dalam rangka Peringatan Hari Tuberkulosis Sedunia (HTBS) 2023, yang bertujuan meningkatkan kesadaran terhadap penyakit TB yang memiliki dampak signifikan terhadap kesehatan, sosial, dan ekonomi.
Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono, hadir dalam acara tersebut dan menjelaskan bahwa tingkat keberhasilan pengobatan TB sensitif obat di Indonesia pada tahun 2022 mencapai 85%. Sementara itu, tingkat keberhasilan pengobatan TB resisten obat di Indonesia pada tahun yang sama mencapai 55%.
Dia juga menambahkan bahwa Indonesia menempati peringkat ketiga setelah India dan Cina dalam hal jumlah kasus TB, dengan 824 ribu kasus dan 93 ribu kematian setiap tahunnya, atau setara dengan 11 kematian per jam.
Dante Saksono Harbuwono menjelaskan bahwa TB merupakan penyakit yang mudah menular melalui udara dan sulit terdeteksi di masyarakat. Oleh karena itu, penguatan kekebalan tubuh menjadi penting dalam mencegah penyakit ini.
Baca Juga: RS Dr Oen Solo Peringkat ke-3 Dari 10 Rumah Sakit Terbaik di Indonesia Versi Hospital Webometrics
“Tuberkulosis merupakan penyakit yang dapat menular melalui udara, penyakit ini juga bersembunya di masyarakat dan sulit terdeteksi. Bagi immune kebal bakteri akan diam didalam tubuh, namun ketika immune lemah Tuberkulosis baru menimbulkan gejala. Maka dari itu penguatan immune menjadi esensial ditengah masyarakat,” jelas Dante Saksono Harbuwono, dikutip dari kendalkab.go.id.
Dia juga menyampaikan apresiasi kepada Muhammadiyah dan pemerintah atas upaya pencegahan penularan, pengurangan stigma, penemuan kasus, dan pendampingan pasien dalam penyembuhan TB secara benar dan efektif.
Ketua Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) PP Muhammadiyah, H.M. Agus Samsudin, menyampaikan bahwa melalui program USAID Mentari TB, MPKU PP Muhammadiyah berkolaborasi dengan Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID) untuk mendukung eliminasi TB di Indonesia.
Selain meresmikan perluasan pelibatan empat RS Muhammadiyah, program ini juga melibatkan 101 RSMA sebagai jaringan RS swasta terbesar di Indonesia.
“USAID Mentari TB merupakan kegiatan kemitraan Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID) dengan MPKU Muhammadiyah untuk mendukung eliminasi TB di Indonesia. Selain 4 RS turut meresmikan pelibatan 101 RSMA dalam program eliminasi TB sebagai jaringan RS Swasta Terbesar di Indonesia.” ujar H.M. Agus Samsudin.
Bupati Kendal, Dico M. Ganinduto, juga memberikan apresiasi terhadap inisiatif Muhammadiyah. Pemerintah daerah akan terus mendukung program-program yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, termasuk dalam meningkatkan fasilitas kesehatan di Kendal.
USAID Mentari TB juga meluncurkan program Pengelolaan Programatik Tuberkulosis Resistensi Obat (PMDT) di enam RSMA, di mana empat di antaranya berkontribusi 100% dalam notifikasi kasus TB RO di wilayah kabupaten setempat. Program ini juga telah melatih 4.113 tenaga kesehatan di RSMA sejak tahun 2021 hingga 2023 dan berkomitmen untuk terus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di RSMA.
“Harapannya dengan adanya ini tentu adalah fasilitas kesehatan yang ada di Kendal meningkat, saat ini kita bertujuan sama dengan melengkapi fasilitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat,” jelas Dico M. Ganinduto.
Dengan diluncurkannya perluasan pelibatan RS Muhammadiyah dan RSMA serta program-program pendukungnya, diharapkan upaya eliminasi TB-RO dapat semakin efektif dan memberikan dampak positif bagi kesehatan masyarakat. (lna)

Leave a Reply