Kuliah Tak Hanya Di Dalam Kelas, Mahasiswa Akuntansi Unwahas Lakukan Studi Lapangan di Kampung Jawi

studi lapangan kampung jawi
Fakultas Ekonomika dan Bisnis Unwahas melakukan kunjungan ke Kampung Jawi yang terletak di Jalan Kalialang Lama RT 02 RW 01, Kecamatan Gunung Pati, Kota Semarang, Senin (5/6/2023). (foto: istimewa)

JoSS, SEMARANG – Perkuliahan di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) tidak hanya berlangsung di dalam kelas, tetapi juga melaksanakan studi lapangan langsung di Kampung Jawi, Semarang.

Pada Senin (5/6/2023)  Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unwahas melakukan kunjungan ke Kampung Jawi yang terletak di Jalan Kalialang Lama RT 02 RW 01, Kecamatan Gunung Pati, Kota Semarang.

Nanang Yusroni, inisiator dan dosen pengampu materi kuliah manajemen perilaku organisasi, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi langsung dari teori yang dipelajari. Tidak hanya sekadar teori, mahasiswa juga dapat melihat dan mengalami langsung situasi nyata di lapangan.

Baca Juga: Gelar Expo Produk Wirausaha Muda Aswaja di CFD Simpang Lima, Dagangan Mahasiswa Bidang WMM Unwahas Semarang Laris Manis

Ratih Pratiwi, S.Pd, M.Si, M.M, selaku unsur pimpinan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unwahas, memberikan sambutan dalam kunjungan tersebut. Dia menyampaikan pentingnya pembelajaran yang kreatif dalam era sekarang untuk mempersiapkan mahasiswa dalam menghadapi tantangan di dunia nyata.

“Pendekatan pembelajaran yang kreatif penting dilakukan untuk menghadapi tuntutan zaman sekarang,” katanya kepada JoSS.co.id.

studi lapangan kampung jawi (2)

Faqih Ridho, koordinator mahasiswa, menyampaikan rasa terima kasih kepada para dosen Unwahas atas kesempatan belajar dengan suasana yang nyata di Kampung Jawi. Mahasiswa akuntasi sangat mengapresiasi pengalaman belajar yang dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam.

Selain mahasiswa akuntasi, kegiatan ini juga melibatkan tim dosen pengabdian yang terdiri dari Ratna Kusumawati dan Agung Riyantomo, ST., M.Kom.

Tim ini secara aktif terlibat dalam berbagai kegiatan pengabdian masyarakat di wilayah Jawa Tengah, termasuk Kota Semarang, Kabupaten Kendal, dan Kabupaten Batang, sebagai bagian dari implementasi tri dharma perguruan tinggi. Dalam kunjungan ini, mahasiswa diajak untuk belajar tentang pengelolaan Kampung Jawi.

Baca Juga: HMJM Unwahas Menggelar Seminar Kepenulisan dengan Tema “Tips & Trik Mengatasi Problematika dalam Karya Tulis Ilmiah”

Siswanto, pendiri Kampung Jawi, berbagi informasi kepada mahasiswa Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unwahas mengenai sejarah dan asal usul Kampung Jawi. Kampung Jawi merupakan salah satu pusat kuliner tradisional di Kota Semarang yang sedang berkembang. Namun, sebelumnya, kampung ini memiliki stigma negatif di mata masyarakat karena dikaitkan dengan kriminalitas.

Siswanto, ketua Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata), menjelaskan bahwa berdirinya Kampung Jawi merupakan upaya untuk mengubah stigma negatif tersebut. Beliau merasa prihatin sebagai pemerhati budaya dan ingin mengubah wajah kampung Kalialang yang terkenal dengan kriminalitas.

Pada awalnya, banyak warga yang menolak ide Siswanto untuk mendirikan Kampung Jawi. Namun, dengan ketekunan dan kegigihan, Siswanto terus mensosialisasikan niatnya kepada warga, termasuk para ibu dan remaja.

Siswanto mengubah metode sosialisasinya dengan melibatkan para ibu dalam kegiatan jualan makanan, dengan iming-iming kedatangan Walikota dalam acara tersebut. Melalui pendekatan ini, minat warga mulai tumbuh dan mereka mulai mendukung ide berdirinya Kampung Jawi.

Siswanto merasa bersyukur karena perjuangannya mulai membuahkan hasil. Kampung Jawi tidak hanya menjadi pusat kuliner tradisional, tetapi juga menjadi tempat edukasi seni dan budaya setelah mendapatkan bantuan revitalisasi dari Pemerintah Kota Semarang.

Kampung Jawi sekarang memiliki tempat khusus untuk pengajaran gamelan, sehingga pengunjung atau komunitas dapat belajar gamelan setiap saat. Selain itu, terdapat pula tempat khusus untuk kegiatan Karawitan yang telah tersedia bagi para warga.

Dengan adanya kunjungan studi lapangan ke Kampung Jawi ini, mahasiswa Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unwahas mendapatkan pengalaman langsung dalam mengaplikasikan teori yang dipelajari di kelas serta memahami pengelolaan kampung tematik yang berfokus pada keberagaman budaya dan revitalisasi wilayah. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*