
JoSS, BATANG – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif, memproyeksikan kebutuhan gas di Kawasan Industri Terpadu Kabupaten Batang (KITB), Jawa Tengah, akan mencapai sekitar 36 juta standar kaki per hari (million standard cubic feet per day/MMSCFD).
“Diproyeksikan kebutuhan gas untuk seluruh pabrik besar maupun kecil yang dibangun di Kawasan Industri Terpadu Batang mencapai sekitar 36 MMSCFD,” katanya, seperti dikutip dari Antara, Rabu (7/6/2023).
Dalam konferensi pers yang dilakukan di Batang pada hari Rabu (7/6/2023), Menteri Arifin menyampaikan bahwa kebutuhan gas tersebut akan dilakukan secara bertahap. Pipa gas akan disambungkan dari Kawasan Industri Terpadu Batang hingga ke Cirebon, Jawa Barat.
Terdapat dua titik pengeboran gas yang sedang dikerjakan di bawah pondasi jalan, dan diperkirakan penyelesaian konstruksi akan mencapai akhir Juni 2023.
Baca Juga: Stasiun Plabuan Dan Pelabuhan Niaga KITB Segera Dibangun, Nilai Investasinya Rp9,4 Triliun
“Rencananya, pada bulan Agustus 2023, sistem tersebut sudah siap untuk menerima pasokan gas. Kemudian, proses penyambungan gas ke industri di KITB diharapkan dapat dilakukan pada akhir Oktober 2023,” ujar Menteri Arifin.
Ia juga menjelaskan bahwa perusahaan Rumah Keramik kemungkinan akan memulai kebutuhan gas mereka pada bulan November 2023 atau Desember 2023. Sementara itu, perusahaan KCC dijadwalkan akan mengikuti pada kuartal kedua atau ketiga tahun depan.
“Untuk memastikan kelancaran progres ini, penting bagi kami untuk menyelesaikan perjanjian jual beli gas antara pemakai dan penjual dalam satu atau dua bulan mendatang,” tambahnya.
Menteri Arifin Tasrif menekankan bahwa Kawasan Industri Terpadu Batang merupakan Proyek Strategis Nasional yang akan mendapatkan dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Kabupaten Batang.
Diharapkan, dengan adanya pasokan gas yang memadai, pengembangan industri di Kawasan Industri Terpadu Batang dapat berjalan lancar dan memberikan kontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi regional serta peningkatan lapangan kerja. (lna)

Leave a Reply