JoSS, MAGELANG – Dinas Peternakan dan Perikanan (Dispeterikan) Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, meningkatkan upaya pemeriksaan terhadap ternak yang dijual di pasar hewan di wilayah tersebut menjelang perayaan Iduladha 1444 Hijriah.
Tiaryoko, Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Dispeterikan Kabupaten Magelang, menyampaikan pada hari Senin di Magelang bahwa langkah ini dilakukan untuk memastikan konsumen mendapatkan hewan yang sehat.
“Selain itu, kami juga melakukan pemeriksaan terhadap hewan yang dijual di lapak-lapak pinggir jalan yang muncul menjelang Iduladha,” ujarnya, dikutip dari Antara.
Ia menjelaskan bahwa hingga saat ini belum ditemukan sapi yang terjangkit penyakit Selsema Lumpy Skin Disease (LSD) maupun Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), baik di pasar hewan maupun di lapak pinggir jalan.
Namun, ia mengungkapkan bahwa berdasarkan laporan, terdapat 56 sapi yang terjangkit LSD dan 25 sapi yang terjangkit PMK di antara peternak di Kabupaten Magelang.
“Ternak yang terkena LSD dan PMK sedang menjalani pengobatan di kandang masing-masing. Jadi, jika ada ternak yang terinfeksi PMK atau LSD, kami menolaknya masuk ke pasar hewan,” tambahnya.
Sementara itu, berdasarkan pantauan penjualan sapi di Pasar Hewan Grabag Kabupaten Magelang menjelang Iduladha 1444 Hijriah, terjadi kenaikan harga sebesar sekitar Rp2 juta per ekor dibandingkan tahun lalu.
Suradi, seorang pedagang di Pasar Hewan Grabag, mengungkapkan bahwa harga sapi ditentukan berdasarkan berat ternak.
Ia memberikan contoh bahwa sapi dengan berat antara 300 kilogram hingga 350 kilogram memiliki harga sekitar Rp21 juta hingga Rp21,5 juta per ekor.
“Pada tahun lalu, sapi dengan berat tersebut dijual seharga Rp19 juta hingga Rp19,5 juta,” jelasnya.
Menurut Suradi, kenaikan harga sapi disebabkan oleh keterbatasan jumlah ternak akibat serangan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
“Dulu, petani dapat memelihara lima hingga enam ekor sapi, tetapi sekarang hanya satu atau dua ekor sapi saja,” paparnya.
Suradi juga menyatakan bahwa selain menjual sapi di pasar hewan, mereka juga melayani pembelian hewan qurban secara daring dengan memajang foto atau video sapi yang dijual serta menyebutkan harga.
“Kami juga dengan jujur menyampaikan ciri-ciri sapi termasuk bobotnya. Permintaan pembelian hewan qurban secara daring cukup tinggi,” pungkasnya. (lna)

Leave a Reply