JoSS, SEMARANG – Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, menegaskan pentingnya perbaikan infrastruktur, terutama akses jalan, untuk mendorong pertumbuhan sektor industri dan perekonomian serta memperlancar aktivitas masyarakat.
“Ita, begitu ia akrab disapa, mengatakan bahwa perbaikan akses jalan dan pengendalian banjir merupakan hal yang harus diselesaikan guna menggerakkan industri dan memudahkan aktivitas masyarakat,” ujar Ita dalam acara Temu Industri 2023 di Semarang, Jawa Tengah, pada hari Rabu (14/6/2023).
Ia menjelaskan bahwa saat ini beberapa jalan yang menjadi tanggung jawab pemerintah pusat sedang dalam tahap perbaikan, seperti Jalan Raya Mangkang dan peninggian jembatan tol di Kaligawe.
Baca Juga: Jembatan Tol Kaligawe Direnovasi Hingga Akhir Tahun, Uji Coba Rekayasa Lalu Lintas Dimulai
“Terdapat beberapa jalan yang dikelola oleh Kementerian PUPR dan saat ini sedang dalam proses perbaikan. Jika jalan rusak atau terjadi banjir, maka pengiriman barang akan terhambat,” jelasnya dikutip dari Antara.
Oleh karena itu, pengendalian banjir juga menjadi prioritas bagi Pemerintah Kota Semarang untuk diselesaikan pada tahun ini.
“Ita mengungkapkan bahwa meskipun tidak mungkin sepenuhnya bebas banjir, upaya akan difokuskan pada bagaimana meminimalkan dampaknya, terutama pada jalan-jalan yang menjadi titik fokus kegiatan perdagangan industri,” ungkapnya.
Selain itu, Ita juga mengingatkan Dinas Perindustrian untuk memberikan dukungan yang optimal kepada para pelaku industri, seperti melalui temu industri yang melibatkan sektor perbankan untuk membantu modal usaha, perluasan cabang, dan perluasan pasar.
“Undanglah bank-bank untuk ikut serta, sehingga terjadi ‘business matching’. Selama ini, banyak pelaku industri yang kesulitan bertemu dengan pihak perbankan. Di masa sebelum pandemi COVID-19, industri belum begitu berkembang, namun sekarang mereka membutuhkan modal,” jelasnya.
Kepala Dinas Perindustrian Kota Semarang, Tri Supriyanto, mengakui bahwa infrastruktur menjadi fokus utama dalam menciptakan lingkungan yang kondusif bagi para pelaku industri untuk berusaha dan berinvestasi di Kota Atlas ini.
Menurutnya, investasi juga berkaitan dengan proses perizinan, sehingga saat ini pihaknya telah memulai berkoordinasi dan berkonsultasi dengan kementerian terkait untuk memastikan para pelaku industri tidak mengalami kesulitan dalam mengurus perizinan.
“Jika proses perizinan berjalan lancar, maka mereka akan dapat meningkatkan produksi dan ekspor. Hal ini akan memberikan tambahan pendapatan asli daerah (PAD) Kota Semarang,” tambahnya.
Tri juga menambahkan bahwa Dinas Perindustrian Kota Semarang akan bekerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan untuk menyelenggarakan pertemuan dan pameran bagi pelaku industri guna meningkatkan kolaborasi dan pertumbuhan sektor industri di wilayah tersebut. (lna)

Leave a Reply