Capai Kedaulatan Pangan, Panggah Susanto Dorong Regenerasi Petani Muda

Kedaulatan Pangan Panggah Susanto
Panggah Susanto, anggota DPR RI Komisi IV dari Fraksi Golkar, menyampaikan pernyataan tersebut saat menghadiri kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi petani dan penyuluh pertanian yang bekerja sama dengan Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Yogyakarta-Magelang di Temanggung pada tanggal 12 Juni lalu. (Istimewa)

JoSS, TEMANGGUNG – Upaya untuk membangkitkan minat generasi muda, terutama milenial, terhadap sektor pertanian terus dilakukan. Salah satu caranya adalah dengan meningkatkan pendidikan dan pelatihan bagi petani muda. Hal ini dianggap penting guna mencapai kedaulatan pangan di Indonesia di masa depan.

Panggah Susanto, anggota DPR RI Komisi IV dari Fraksi Golkar, menyampaikan pernyataan tersebut saat menghadiri kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi petani dan penyuluh pertanian yang bekerja sama dengan Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Yogyakarta-Magelang di Temanggung pada tanggal 12 Juni lalu.

“Produktivitas petani masih rendah karena mereka masih mengandalkan sistem tradisional, yaitu bertani untuk memenuhi kebutuhan sendiri. Oleh karena itu, kami mendorong percepatan regenerasi petani. Tujuannya adalah menciptakan pengusaha-pengusaha muda di bidang pertanian guna mencapai kedaulatan pangan di masa depan,” ujar Panggah Susanto, dikutip dari golkarjateng.com.

Kedaulatan pangan panggah susanto

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Direktur 2 Polbangtan Drs. Akimi, Panitia Polbangtan Lutfan Makmun, dan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan Kabupaten Temanggung Joko Budi Nuryanto.

Baca Juga: Panggah Susanto Dukung Peternak dengan Bimtek Manajemen Beternak di Wonosobo

Lebih lanjut, Panggah Susanto, yang juga merupakan Ketua DPD Partai Golkar Jawa Tengah, menjelaskan bahwa saat ini terdapat sekitar 40,6 juta orang yang bekerja di sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan.

Mayoritas dari mereka adalah petani yang berusia di atas 55 tahun atau sudah lanjut usia. Selain itu, mayoritas dari mereka juga memiliki pendidikan terbatas, dengan hanya lulusan SD.

Hanya sekitar 17 persen yang lulusan SMP, 10 persen lulusan SMA, dan hanya satu persen yang merupakan lulusan perguruan tinggi. Jika kondisi ini tidak segera diperbaiki, mencapai kedaulatan pangan akan sulit.

Oleh karena itu, minat generasi muda atau milenial terhadap sektor pertanian harus ditingkatkan. Salah satu caranya adalah dengan meningkatkan pendidikan, pelatihan, bantuan modal, dan mempermudah akses ke perbankan.

“Penduduk Indonesia sebanyak 64,5 persen adalah generasi muda. Oleh karena itu, potensi ini harus dimanfaatkan secara maksimal untuk mempercepat regenerasi petani,” jelas Panggah.

“Mindset mereka harus diubah, bahwa sektor pertanian tidak hanya tentang budidaya padi di sawah, tetapi juga menjadi agribisnis dari hulu ke hilir,” tambahnya.

Sektor hulu, yang meliputi proses produksi di ladang/kebun atau industri yang mengolah barang mentah menjadi barang setengah jadi, dan sektor hilir, yang melibatkan proses pengolahan dan pemasaran hasil pertanian, perlu mendapatkan perhatian.

“Harapannya, ada inovasi dan terobosan baru sehingga produk pertanian menjadi lebih efisien, efektif, berkualitas, dan berkelanjutan,” tegas Panggah.

Sebagai anggota DPR RI Komisi IV, Panggah Susanto terus melaksanakan aspirasinya dengan memberikan bantuan kepada para petani. Bantuan tersebut meliputi alat dan mesin pertanian seperti traktor, cultivator, hand sprayer, JUT, RJIT, Uppo, serta ternak ruminansia seperti sapi, kambing, dan unggas.

Selain itu, juga dilakukan pembentukan wirausaha baru di bidang pertanian, Bioflok, serta pemberian alat pengolahan ikan, indukan, pakan, dan mesin pembuat pakan. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*