Bukan Tempe, Gembus Asli Cilacap Ini Jajanan Berbahan Baku Singkong

Cilacap Jajanan
Gembus jajanan khas Cilacap (Foto: Dhanisatyadharma)

BERKUNJUNG ke Cilacap, jangan khawatir kesulitan mencari jajanan atau makanan. Karena, Anda akan sering menjumpai pedagang kaki lima yang menjual aneka makanan minuman di pinggir jalan.

Terlebih pada sore hingga malam hari akan ada banyak penjual gembus, yaitu jajanan khas Cilacap yang menyerupai donat tapi terbuat dari singkong.

Gembus sendiri sering ditemukan di daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Namun, bagi sebagian orang, mungkin banyak yang mengira gembus Cilacap ini berupa tempe gembus.

Ya, karena memang keduanya memiliki nama yang sama dan yang sering dijumpai di berbagai daerah adalah tempe gembus. Kalau gembus Cilacap ini bisa dikatakan masuk kategori kue tapi tidak tidak terlalu manis.

Dilansir dari visitjawatengah.jatengprov.go.id pada Sabtu (10/6/2023), yang menjadi ciri khas gembus adalah penjualnya banyak dijumpai di trotoar jalan, pasar malam, atau saat ada tontonan wayang kulit.

Biasanya mereka menggunakan kompor kecil, wajan, dan kotak kayu atau tampah sebagai tempat meletakkan gembus yang masih mentah. Terlihat sangat sederhana dengan penerangan yang masih memakai senter atau semacam lampu tradisional seperti lilin.

Salah satu tempat produksi gembus di Cilacap ada di Desa Kalisabuk, Kecamatan Kesugihan. Proses pembuatan mentahan gembus juga termasuk mudah.

Pertama bahan dasar singkong diparut terlebih dahulu. Singkong sering digunakan untuk bahan olahan makanan di daerah ini karena memang di Cilacap mudah didapatkan.

Singkong yang sudah diparut kemudian diperas sampai berkurang kadar airnya lalu diambil sari patinya. Selanjutnya, ditambahkan dengan bumbu gembus yang terdiri dari ketumbar, bawang putih, dan garam.

Semua bahan dicampur sampai rata, kemudian dikukus sampai matang. Terakhir, adonan gembus yang sudah matang diuleni lagi dengan tepung tapioka hingga kalis, baru kemudian dibentuk seperti donat dan siap goreng.

Uniknya, penjual gembus ini tidak menggunakan solet untuk membolak-balik atau mengangkat gembusnya. Hanya dengan sebuah tusuk besi panjang yang bergagang kayu, penjualnya cukup andal menggoreng gembus hingga matang merata.

Gembus yang sudah matang, warnanya cenderung masih putih karena tidak digoreng sampai coklat matang. Gembus paling enak dinikmati selagi hangat dengan bertemankan secangkir teh atau kopi. Pas banget untuk menyambut dinginnya udara malam. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*