
JoSS, SEMARANG – Menteri Perdagangan (Mendag) RI, Zulkifli Hasan, melakukan memastikan harga kebutuhan bahan pokok masyarakat stabil di sejumlah pasar di Semarang. Dalam pantauannya di pasar Karangayu Semarang, harga sembako relatif stabil, pada Minggu (11/6/2023).
Zulkifli mengungkapkan bahwa harga telur ayam masih mengalami kenaikan, namun harga komoditas lain seperti bawang-bawangan, cabai, dan daging ayam tetap stabil.
“Harga cabai sebesar Rp25.000/kg, bawang merah Rp35.000/kg, bawang putih Rp35.000/kg. Harga beras standar dan telur sedikit mahal, sekitar Rp31.000/kg,” ujar Mendag Zulkifli setelah melakukan pengecekan di Pasar Karangayu.
Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) ini bahkan menyatakan bahwa harga cabai keriting sebesar Rp25.000/kg sudah terlalu murah. Seharusnya, harga cabai dapat mencapai Rp40.000/kg.
“Harga cabai sebesar Rp25.000/kg terlalu murah. Seharusnya Rp40.000, tetapi di sini hanya Rp25.000,” katanya, dikutip dari solopos.com.
Selain itu, ia juga menyebutkan bahwa harga ayam dalam kondisi stabil, yaitu sekitar Rp38.000 per kilogram. Meskipun mengalami sedikit kenaikan, peningkatannya tidak signifikan.
Baca Juga: Jelang Iduladha 1444 H DKPPP Temanggung Gelar Pelatihan Juleha
“Harganya sudah turun kan. Harga ayam sekitar Rp38.000. Itu harga standar, seharusnya sekitar Rp36.000 atau Rp37.000. Perbedaannya hanya Rp1.000,” tegasnya.
Namun, seorang pembeli di Pasar Karangayu, Semarang, yang bernama Eni, 45 tahun, mengeluhkan tingginya harga ayam dan telur. Sebagai ibu dengan tiga anak, kenaikan harga telur di atas Rp30.000 membuat daya belinya menurun. Padahal, telur merupakan sumber protein hewan yang terjangkau secara ekonomi.
“Terutama harga telur yang terus naik menjadi Rp30.000-an, bahkan pernah mencapai Rp33.000. Sebagai ibu, ini sangat berat bagiku. Telur biasanya menjadi sumber protein yang murah dan mudah dijangkau oleh semua kalangan. Dengan harga seperti ini, sulit,” ungkapnya.
Dalam pantauan di Pasar Karangayu, Semarang, harga bahan pokok cenderung stabil dan tidak mengalami kenaikan signifikan menjelang Iduladha. Para pedagang juga menyatakan bahwa stok bahan pokok masih aman.
“Harganya cenderung stabil dan stok bahan pokok juga aman,” ujar Mardiyah. Mardiyah menambahkan bahwa harga telur stabil sekitar Rp30.000 per kilogram, sementara harga beras berkisar antara Rp10.000-Rp13.000 per kilogram.
“Harga telur stabil sekitar Rp30.000, sedangkan harga beras tergantung jenisnya, berkisar antara Rp10.000-Rp13.000 per kilogram,” tambahnya.
Harga minyak goreng juga terpantau stabil, dengan harga curah sekitar Rp13.000 per liter dan Minyak Kita sekitar Rp15.000 per liter. Sedangkan harga minyak goreng kemasan berkisar Rp18.000 per liter.
“Harga minyak goreng stabil, stoknya juga ada. Harga minyak goreng curah sekitar Rp13.000, Minyak Kita sekitar Rp15.000, dan harga minyak goreng kemasan lainnya sekitar Rp18.000,” tutur seorang pedagang sembako bernama Ali.
Harga gula pasir berada di kisaran Rp13.000 per kilogram dan tepung terigu di kisaran Rp12.000 per kilogram.
Selain itu, harga daging ayam mengalami penurunan sebesar Rp2.000 per kilogram. Awalnya seharga Rp40.000 per kilogram, sekarang menjadi Rp38.000 per kilogram.
“Harga ayam turun minggu ini, menjadi Rp38.000. Kemarin sempat Rp40.000,” ungkap seorang pedagang ayam bernama Suci.
Harga daging sapi berkisar antara Rp130.000-135.000 per kilogram, sementara harga bawang merah dan bawang putih sekitar Rp40.000 per kilogram. Harga cabai berada di kisaran Rp40.000 per kilogram.
“Harga bawang merah dan cabai stabil sekitar Rp40.000 per kilogram. Tidak mengalami kenaikan atau penurunan yang signifikan. Stoknya juga aman,” jelas Sulastri, seorang pedagang.
Salah satu pembeli bahan pokok, Sani, mengungkapkan rasa syukurnya karena harga stabil, sehingga sebagai seorang ibu rumah tangga tidak perlu khawatir akan kenaikan harga.
“Alhamdulillah, harga stabil. Saya bahkan membeli ayam dengan harga turun Rp2.000. Sementara harga tepung dan bahan pokok lainnya masih stabil, jadi tidak perlu khawatir,” ucapnya. (lna)

Leave a Reply