94.952 Warga Kabupaten Semarang Miskin Ekstrem, TKPK Luncurkan Gerakan Gardu Serasi Nangkis

Kemiskinan ekstrem kabupaten semarang
“Gardu Serasi Nangkis”, Siapkan Bantuan Kemiskinan Sesuai Kebutuhan (Dokumentasi Pemprov Jateng)

JoSS, UNGARAN – Pemerintah Kabupaten Semarang melalui Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) mengumumkan peluncuran Gerakan Terpadu Sinergi dan Kolaborasi Penanggulangan Kemiskinan yang diberi nama Gardu Serasi Nangkis. Acara peluncuran ini berlangsung di Pendapa Rumah Dinas Bupati Semarang pada Kamis (22/6/2023).

Gerakan ini merupakan inisiatif Pemkab Semarang untuk secara efektif mengurangi kemiskinan ekstrem di wilayah tersebut. Melalui gerakan ini, masyarakat yang termasuk dalam kategori miskin akan dapat diidentifikasi dengan lebih baik.

Baca Juga: Ganjar Terus Optimalkan Penanganan Kemiskinan Ekstrem Jawa Tengah, Verifikasi dan Validasi Data Selesai

Kepala Badan Penelitian, Pengembangan, dan Pemberdayaan Masyarakat (Barenlitbangda), Muh. Muslih, menjelaskan bahwa gerakan ini akan membantu dalam memilah-milah kebutuhan masyarakat yang kurang mampu, termasuk di antaranya rumah-rumah yang tidak layak huni yang membutuhkan perhatian khusus.

“Kami telah mengumpulkan data keluarga miskin ekstrem berdasakemiskinan Ekstremrkan nama dan alamat,” ujarnya pada Kamis, seperti dikutip dari solopos.com.

Berdasarkan hasil verifikasi dan validasi TKPK, tercatat sebanyak 27.444 kepala keluarga (KK) atau 94.952 jiwa masuk dalam kategori miskin ekstrem. Dari data tersebut, nantinya akan ditentukan kebutuhan yang diperlukan untuk membantu mereka mengatasi kondisi sosial dan ekonomi yang sulit.

“Angka tersebut lebih rendah dari data Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) yang mencatat sebanyak 78.962 KK atau 279.705 jiwa,” jelasnya.

Wakil Bupati Semarang, H. Basari, menyampaikan bahwa kemiskinan merupakan masalah utama yang harus diatasi dalam pembangunan daerah Kabupaten Semarang. Program ini diharapkan akan menjadi wadah kerja sama antara pemerintah daerah dengan mitra pembangunan lainnya.

“Tentunya penanganannya harus dilakukan secara sistematis, terpadu, dan menyeluruh dengan memenuhi hak-hak dasar warga yang kurang mampu,” ungkap Wakil Bupati.

Selain itu, pemerintah juga akan menyusun peta khusus yang menunjukkan wilayah dengan tingkat kepadatan keluarga miskin. Peta ini akan tersedia secara online dan akan mencakup titik koordinat dan data kuantitatif yang relevan.

“Dengan adanya peta ini, diharapkan instansi terkait dapat dengan mudah mengetahui lokasi sasaran dan langkah-langkah penanganan kemiskinan ekstrem yang direncanakan akan dilaksanakan pada bulan Agustus mendatang,” tegasnya.

Dengan meluncurnya Gerakan Gardu Serasi Nangkis ini, diharapkan upaya penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Semarang dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan, serta membawa perubahan positif bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan. (lna

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*