Tingkatkan Kompetensi ASN, Komisi A DPRD Jateng Kunjungi PPSDM Regional Yogyakarta

Komisi A PPSDM Yogyakarta
Komisi A DPRD Jateng melaksanakan kunjungan kerja ke Kantor Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Regional Yogyakarta.(foto: dprd.jatengprov.go.id)

JoSS, JOGJA – Komisi A DPRD Jawa Tengah melakukan kunjungan kerja ke Kantor Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Regional Yogyakarta pada hari Rabu. Kunjungan ini dilakukan dalam rangka memperkuat sinergi antara BPSDM Provinsi Jawa Tengah dengan tujuan pengembangan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN).

Mohammad Saleh, Ketua Komisi A DPRD Jateng, mengungkapkan bahwa tujuan dari kunjungan ini adalah untuk menciptakan ASN yang berkualitas dan memiliki kompetensi yang sesuai dengan standar nasional maupun internasional. “Khususnya, kami ingin menjadikan pengembangan kompetensi manajerial ASN sebagai bagian dari sinergi ini,” tambah Anggota Fraksi Golkar DPRD Jateng tersebut.

Selain itu, pembahasan lainnya adalah tentang isu-isu terkini yang berkaitan dengan pengembangan SDM di era digital 4.0, terutama pengelolaan ASN dari generasi milenial dan generasi Z. Hal ini menuntut adanya inovasi dan pengembangan ASN yang berada di Provinsi Jawa Tengah.

“ASN generasi milenial yang ada saat ini memiliki pola hidup yang sangat digital dan berbeda dengan ASN generasi sebelumnya. Oleh karena itu, dibutuhkan kodifikasi dan kreativitas yang khusus terkait dengan generasi ini. Pola hidup mereka sangat berbeda dengan generasi kami,” ungkapnya, dikutip dari dprd.jatengprov.go.id.

Menanggapi hal tersebut, Kepala PPSDM Regional Yogyakarta, Agus Irawan, menjelaskan bahwa saat ini terdapat lima generasi yang berbeda, yaitu generasi pre-boomers, generasi X, generasi milenial, generasi Z, dan generasi post-Z. Generasi milenial dan generasi Z saat ini mendominasi secara statistik dalam komposisi penduduk Indonesia.

“Generasi ini memiliki perubahan yang cepat dan segalanya serba instan. Mereka memiliki keahlian khusus dalam pemanfaatan dunia digital dan gadget,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa dalam program pelatihan untuk generasi ini, pendekatan khusus dilakukan. Pelatihan yang dilakukan saat ini telah menggunakan teknologi informasi. Hal ini memungkinkan pelaksanaan yang lebih efisien dan penggunaan anggaran yang lebih hemat, karena dapat dilakukan kombinasi antara pelatihan tatap muka dan daring.

“Tentu saja, ada beberapa tantangan dalam hal disiplin dibandingkan dengan metode klasik,” tambahnya.

Dengan kunjungan ini, diharapkan tercipta sinergi yang kuat antara BPSDM Provinsi Jawa Tengah dan PPSDM Regional Yogyakarta dalam mengembangkan kompetensi ASN. Selain itu, diharapkan adanya terobosan dan inovasi yang mampu menyesuaikan ASN dengan perubahan zaman dan kebutuhan yang ada. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*