JoSS, PEMALANG – Lewat kegiatan reses yang diselenggarakan di Pemalang pada Rabu 17 Mei 2023 lalu, Ketua Komisi A DPRD Provinsi Jawa Tengah Mohammad Saleh mendengarkan aspirasi dan keluhan warga.
Ibu-ibu komunitas senam yang menjadi tamu undangan pun menyampaikan berbagai aspirasi. Mulai dari kesulitan mendapatkan pupuk dan akses jalan pertanian hingga permasalahan sampah yang menumpuk di Pemalang.
“Kondisi sampah kian memprihatinkan,” ujar salah seorang warga yang menyampaikan keluhan terhadap sampah menggunung yang mengganggu.
Sempat ada aksi protes dari masyarakat terkait pengelolaan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang dirasa kurang baik dan sudah melebihi kapasitas. Sehingga banyak keluhan terkait sampah yang berserakan hingga bau tak sedap yang membuat warga khawatir soal ancaman kesehatan.

Masyarakat mengeluhkan respons yang kurang efektif atas keluhan mereka karena belum adanya perubahan.
Kehadiran Mohammad Saleh dapat menjadi upaya pendekatan yang empatik sekaligus aplikatif karena Ketua Komisi A DPRD Jateng tersebut hadir langsung untuk mendengarkan keadaan nyata di lapangan dari masyarakat yang mengalami kesulitan itu.
Memang, kegiatan reses yang dihadiri pula oleh Ketua DPD Partai Golkar Pemalang Edi Susilo dan Bacaleg Golkar Dapil I Pemalang H. Aris Ismail adalah langkah rutin sebagai komitmen Mohammad Saleh untuk menyerap aspirasi masyarakat Pemalang, Jawa Tengah.
Bukan sekedar jumpa temu biasa, sebab kegiatan reses memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk turut andil dalam pembuatan keputusan atas daerah tempat tinggal mereka. Sebagai wakil rakyat, tentu Mohammad Saleh memahami peran dan tanggung jawabnya untuk terjun langsung ke lapangan.
Apalagi, sebagai Ketua Komisi A DPRD Jateng, Mohammad Saleh memikul peran dalam pemerintahan desa yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat.
“Saya hadir di tengah masyarakat untuk mendengarkan aspirasi masyarakat dan mencari solusi terbaik,” ungkap Mohammad Saleh.

Kegiatan reses yang berlokasi di warung Lesehan Harmoni Widuri, Pemalang tersebut tak lain adalah langkah sigap dari Mohammad Saleh yang ingin mencari solusi terbaik untuk warga Pemalang. Sebab dengan mengetahui masalah utama, Pemerintah Daerah akan dapat memberikan bantuan yang tepat sasaran.
Menanggapi keluhan masyarakat, Mohammad Saleh yang juga menjabat sebagai Bendahara DPD Partai Golkar Jawa Tengah menyampaikan bahwa diskusi terbuka pada Rabu lalu akan dibawa ke rapat paripurna DPRD Provinsi yang rencananya akan diselenggarakan pada bulan Mei-Juni.
Peran Mohammad Saleh tidak berhenti sebatas menjadi perantara pesan. Sebagai lulusan Magister Energi Undip, ada tanggapan teoritis untuk menjelaskan situasi dan alternatif solusi tentang penumpukan sampah di Pemalang.
Menurutnya, sistem pengelolaan sampah adalah satu pondasi yang harus diubah. Selama ini sampah hanya diletakkan di TPA dan diratakan tanpa ditutup, padahal seharusnya bisa dilakukan pembakaran dengan incinerator. Gas metana dari sampah juga bisa dimanfaatkan menjadi energi listrik.
Oleh karena itu Mohammad Saleh menjelaskan bahwa perlu adanya perencanaan dan kalkulasi tepat alih-alih langsung mengambil tindakan segera yang dikhawatirkan justru memperburuk keadaan gunungan sampah.
Rapat paripurna tingkat Provinsi diharapkan dapat menjadi ruang diskusi untuk menghasilkan solusi efektif agar warga Pemalang dapat menjalankan aktivitas dengan normal tanpa adanya hambatan.(*)

Leave a Reply