JoSS, JAKARTA – Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto dan Ketum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin saling mengunggah momen kebersamaan setelah pertemuan lanjutan pada Rabu (24/5/2023) pagi.
Airlangga menyebut pertemuan yang berlangsung pagi tadi itu merupakan agenda lanjutan membahas koalisi inti. “Tadi pagi, silaturahmi lanjutan membahas Koalisi Inti bersama Ketua Umum PKB Gus Muhaimin Iskandar @cakiminow,” tulis Airlangga.
Airlangga mengungkap harapan Golkar dan PKB akan membawa berkah bagi Indonesia. “Jaket kuning Golkar dan jaket hijau PKB insyaallah membawa Indonesia semakin cerah, sumringah dan berkah, amiin YRA,” ujarnya.
Sementara Cak Imin dalam keterangannya menuliskan kalau dirinya diberi penghormatan jaket kuning oleh Airlangga. Dia akan memberikan timbal balik dengan hal yang sama nanti. “Silaturahmi dengan Ketum Golkar @airlanggahartarto_official diberi penghormatan jaket kuning Golkar, nanti saya akan ganti dengan jaket hijau PKB,” ujarnya.
Diketahui, Golkar dan PKB kian intens bertemu usai klaim menjadi koalisi inti sebagai penggerak koalisi besar. Terakhir, pertemuan yang diwakili tim kecil pada Rabu (10/5/2023) di Restoran Pulau Dua Senayan.
Kepala Bappilu Pemenangan Presiden perwakilan Golkar, Nusron Wahid, menyampaikan pertemuan hari itu merupakan pertemuan lanjutan antara Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto dan Ketum PKB Cak Imin beberapa hari yang lalu. Sebelumnya, Cak Imin dan Airlangga sepakat untuk menjadi inti partai penggerak koalisi besar.
“Dari jam 12.00 WIB sampai 14.00 WIB sebelumnya ada diskusi tim ini kumpul untuk membicarakan masalah-masalah teknis tentang membangun koalisi besar di mana Golkar dan PKB yang kemarin menyampaikan inti motor membangun koalisi besar,” kata Kepala Bappilu Pemenangan Presiden perwakilan Golkar, Nusron Wahid, dalam konferensi pers itu.
“Ini mempunyai tekad bersama untuk mengajak koalisi kepada parpol lain, baik partai parlemen maupun nonparlemen untuk sama-sama dalam Pilpres 2024 nanti dalam bangunan koalisi,” lanjutnya.
Nusron melanjutkan, keduanya juga membahas detail soal pemenangan Pemilu 2024. Salah satunya membicarakan peta wilayah dukungan.
“Kedua, membahas secara teknis dan detail tentang cara kerja kita bagaimana supaya dalam koalisi besar itu mencapai titik kemenangan. Salah satunya yang dibahas adalah bagaimana pembagian wilayah, dan sebagainya. Itu sudah kita bicarakan bersama-sama untuk membincangkan desain pola kerja dan bangunan koalisi itu sendiri,” ujar dia, dilansir dari detik.com.
Nusron menjelaskan Kerja sama antara PKB dan Golkar ini akan menjadi koalisi besar, yakni gabungan Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) yang diisi Gerindra-PKB dan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang dihuni Golkar, PPP, dan PAN.
“Membahas kelanjutan koalisi inti antara Golkar dan PKB, menuju integrasi koalisi besar, KIB dan KKIR,” ujar Nusron saat dimintai konfirmasi, Rabu (24/5/2023) malam dikutip dari kompas.com.
Nusron menyampaikan, nantinya, capres-cawapres akan dibagi dari masing-masing koalisi. Menurut dia, capres yang akan diusung berasal dari Koalisi Gerindra-PKB, sedangkan cawapresnya berasal dari KIB. Nusron turut mengindikasikan bahwa akan ada partai lain yang bergabung ke dalam koalisi besar. “Presiden KKIR dan wapres dari KIB. Dalam waktu dekat akan ada partai lain yang resmi gabung dalam koalisi besar,” pungkasnya. (lna)

Leave a Reply