Pesan Erry Sadewo Pada Bacaleg Golkar Semarang: Kerja Keraslah Seperti Blandong, Jangan Serakah Seperti Grandong

Bacaleg Golkar Semarang
Ketua DPD Partai Golkar Kota Semarang, Erry Sadewo dan sejumlah pengurus mendampingi 50 bacaleg mendaftar ke KPU Kota Semarang, Sabtu (13/5/2023). (foto: istimewa)

JoSS, SEMARANG – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar Semarang mendaftarkan 50 kader terbaiknya sebagai bakal calon legislatif (Bacaleg) di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang, Sabtu (13/5/2023).

Dalam Rombongan bacaleg Golkar tersebut dipimpin oleh Ketua DPD Partai Golkar Kota Semarang, Erry Sadewo dan sejumlah pengurus.

Dalam kesempatan itu Erry menekankan kepada para kader yang maju sebagai calon legislatif (Caleg) agar bekerja keras, ulet sebagaimana blandong (penebang kayu tradisional) dan jangan jadi grandong (pribadi yang serakah) yang merampok hak rakyat.

“Golkar itu kerja, blandong, tapi tidak jadi grandong, perampok uang rakyat. Untuk itu  jangan jadi grandong, jadilah blandong,” tegas Ery usai mendaftarkan 50 Bacaleg di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang, Sabtu (13/5/2023).

Menurutnya, 50 bacaleg yang didaftarkan ke KPU Kota Semarang. Mereka adalah kader terbaik Partai Golkar yang siap meraih kursi dalam pemilihan umum (Pemilu) 2024 mendatang.

“Daftar lengkap 50 kursi (bacaleg), 30 persen putri lengkap terisi. Target insya Allah setiap dapil,” ujarnya.

Erry menuturkan saat ini Golkar Semarang fokus pada Pemilu Legislatif 2024 dengan meraih suara sebanyak-banyaknya untuk mendapatkan kursi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang. Adapun peluang maju dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kota Semarang, lanjutnya, akan dibahas kemudian. “Pilwakot itu nantilah setelah hasil pileg ini,” jelasnya.

Menurutnya, Partai Golkar tidak perlu banyak wacana, namun kerja nyata membangun bangsa agar memiliki peran dalam membangun negara.

“Kita tidak perlu andai-andai yang luar biasa, tapi bagaimana bangsa ini, negara ini lebih baik. Kita menginginkan bahwa kita jangan jadi penonton di negaranya sendiri. Kan panjenengan sudah paham kan, negara kita sedikit demi sedikit menjadi penonton di negaranya sendiri. Sebentar lagi jadi budak di negaranya sendiri, tidak ada suatu perubahan,” tegas Erry.

Lebih lanjut Erry menjelaskan di era milenial ini ada banyak kader-kader muda potensial yang diharapkan bisa mengembalikan kejayaan Partai Golkar termasuk peluang maju dalam Pilkada Wali Kota Semarang.

“Golkar itu banyak anak muda. Hampir 70 persen caleg milenial, kita yang tua-tua ini hanya mengawal. Dan mudah-mudahan kembali seperti dulu,” harapnya.

Ia mengungkapkan, fokus partainya saat ini masih sama, yakni pembangunan di segala bidang yang berorientasi pada kesejahteraan, kedamaian, pemerataan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Kita jangan hanya bicara wong cilik, tapi kenyataannya kepentingan rakyat kecil tidak diurus. Fokus kita pembangunan dalam segala hal,” ujarnya.

Oleh karena itu, lanjutnya, para bacaleg yang mendaftar ke KPU diarak dengan mengenakan caping sebagai simbol berasal dari rakyat dan bekerja keras untuk rakyat. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*