Menkopolhukam Mahfud MD Jadi Plt Menkominfo Gantikan Johnny Plate Yang Jadi Tersangka

Mahfud MD
Mahfud MD sebagai Pelaksana tugas (Plt) menggantikan Johnny G Plate (Tangkapan Layar Instagram @mohmahfudmd)

JoSS, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjuk Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD sebagai Pelaksana tugas (Plt) menggantikan Johnny Plate. Plate saat ini berstatus sebagai tersangka dan ditahan dalam kasus dugaan korupsi  BTS Kemkominfo, kerugian negara yang ditimbulkan mencapai Rp8 triliun.

Hal ini disampaikan Presiden Jokowi saat memberikan keterangan Pers Presiden RI di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jumat (19/5/2023). “[Penggantinya] pak menkopolhukam. Plt. nya pak menkopolhukam,” tegasnya.

Meski demikian, Jokowi belum memberikan jawaban terkait kapan pergantian resmi akan dilakukan olehnya, tetapi Presiden ke-7 RI ini kembali menegaskan menghormati segala keputusan Kejaksaan Agung (Kejagung).

[Saya yakin] Kejagung akan terbuka dan saya yakin bekerja profesional,” imbuhnya. Tak hanya itu, Presiden asal Surakarta itu juga menegaskan bahwa pemerintah akan menghormati segala proses hukum terkait dengan penetapan Menkominfo Johnny G Plate sebagai tersangka korupsi BTS Kemkominfo.  “Ya kita menghormati kita harus menghormati proses hukum yang ada,” ujarnya.

Jokowi menegaskan, penetapan Plate sebagai tersangka korupsi BTS Kominfo tidak terjadi atas dasar tekanan ataupun intervensi politik. “Yang jelas kejaksaan agung pasti profesional dan terbuka terhadap semua yang berkaitan dengan kasus itu,” katanya.

Untuk diketahui, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate resmi menjadi tersangka dalam kasus korupsi menara telekomunikasi atau Base Transceiver Station (BTS) Kemkominfo. Direktur Penyidikan Jampidsus Kuntadi mengatakan bahwa penetapan Johnny dilakukan setelah dilakukan pemeriksaan yang mendalam.

“Berdasarkan pemeriksaan tersebut kami meningkatkan status yang bersangkutan dari saksi menjadi tersangka,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (17/5/2023).

Adapun, penetapan Johnny sebagai tersangka terjadi pada Rabu (17/5/2023) itu juga bertepatan dengan Rabu Pon, dimana menjelang Pemilu 2024 isu perombakan (reshuffle) kabinet terus bergulir dan kian menghangat pada hari sakral tersebut.

Bahkan, belum lama ini Presiden Joko Widodo pun menyebut tak menutup kemungkinan untuk melakukan perombakan (reshuffle) kabinet sehingga jajaran menteri hanya akan diisi oleh profesional dan parpol koalisi pendukung pemerintah. “Ya, bisa saja [ada reshuffle],” saat ditemui di Taman Wisata Alam (TWA) Angke Kapuk, Senin (15/5/2023). (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*