Memasak Nasi Dengan Magic Com Sebabkan Kanker? Jangan Panik Dulu, Begini Pendapat Pakar

rice cooker sebabkan Kanker
Ilustrasi (Koshiro Kiyota/Getty Images)

SEBELUM hadirnya teknologi, orang-orang pada zaman dulu awalnya memasak nasi dengan cara diaron (merebus beras menjadi setengah matang) dan dikukus atau ditanak di panci atau dandang di atas kompor.

Karena metode masak nasi zaman dulu dinilai merepotkan, sebuah inovasi muncul dengan diciptakannya rice cooker. Bisa dibilang, rice cooker adalah teknologi pertama alat elektronik yang berfungsi untuk memasak nasi. Orang-orang hanya perlu memasak nasi dengan cara mencampurkan beras dan air ke wadah atau panci rice cooker, selanjutnya mereka tinggal menekan tombol memasak nasi.

Sayangnya, peran rice cooker saat itu hanya berguna untuk memasak nasi saja, dan tidak dapat menghangatkan nasi. Kemudian, inovasi alat untuk menghangatkan nasi pada saat itu muncul berupa magic jar. Magic jar merupakan inovasi alat elektronik untuk menghangatkan nasi atau menjaga nasi tetap hangat setelah rice cooker yang dahulu belum bisa berfungsi menghangatkan nasi.

Bisa dikatakan bahwa alat elektronik yang hanya berfungsi menghangatkan nasi seperti magic jar sudah tidak diperlukan dan dijual di pasaran. Peran dari magic jar saat ini sudah ditanamkan ke dalam rice cooker.

Kemudian muncul Magic com adalah alat eletronik rumah tangga paling canggih saat ini yang berkaitan dengan memasak nasi. Bisa dibilang kalau magic com adalah evolusi dari rice cooker dan magic jar. Tak cuma nasi, magic com juga dapat digunakan untuk memasak lauk dan sayur, mengukus, merebus, hingga ada yang dapat digunakan untuk membuat kue.

Magic com memiliki ragam fitur mulai dari memasak, menjaga kehangatan, sampai mengukus suatu makanan dengan berbagai tingkat panas yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Karena multifungsi, magic com yang ada saat ini dijual lebih mahal ketimbang rice cooker.

Selain itu, rice cooker juga hanya dapat menghangatkan nasi dalam rentang waktu 24 jam, berbeda dengan magic com yang mampu dapat menjaga suhu nasi sekitar 48 jam.

Baru-baru ini, muncul informasi bahwa nasi yang dimasak menggunakan magic com memiliki unsur berbahaya seperti menyebabkan kanker, diabetes dan lain sebagainya, ketimbang yang dimasak dengan cara tradisional.

Hal ini dibantah Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang, Ns. Henny Dwi Susanti., MKep. Sp.Kep. Mat., PhD. Baca Juga IPB University Buka Program Studi S1 Biomedis Sejak Awal Mei 2023 Menurutnya, isu tersebut tidak benar. Tidak ada perbedaan kandungan dari hasil memasak nasi menggunakan magic com maupun secara tradsional.

“Itu tidak benar. Nasi baru akan menjadi cukup berbahaya apabila didiamkan terlalu lama dalam magic com. Hal itu dikarenakan adanya proses gelatinisasi dapat terjadi,” kata Henny dalam keterangan pers, Kamis (11/5/2023).

“Ini membuat perubahan nilai indeks glikemik pada nasi. Makanan yang mengandung kadar indeks glikemik yang tinggi dapat memicu penyakit seperti diabetes, obesitas, penyakit jantung dan kanker,” tambahnya.

Henny, sapaan akrabnya, menambahkan, untuk menikmati nasi dengan kualitas terbaik dan aman, masyarakat hendaknya langsung mengonsumsinya tepat setelah matang. Tidak dianjurkan membiarkan nasi terlalu lama di magic com, apalagi dihangatkan berkali-kali.

“Tidak ada batasan maksimum untuk mendiamkan nasi dalam magic com. Tapi lebih baik segera dikonsumsi dengan catatan menunggu nasi sampai dingin terlebih dahulu. Nasi yang dingin, mengandung kadar gula yang lebih rendah dari nasi yang masih panas sehingga lebih aman untuk dikonsumsi tubuh,” tambahnya.

Selain memiliki nilai indeks glikemik yang cukup tinggi, nasi juga mengandung kurang lebih 90% karbohidrat, 8% protein dan 2% lemak. Namun, nasi termasuk salah satu makanan yang rendah serat dan memiliki kandungan asam omega 6.

“Karbohidrat dalam nasi terdiri dari pati dan gula. Dua unsur itu yang menjadi salah satu alasan mengapa penderita diabetes disarankan untuk menghindari nasi putih,” katanya.

Dosen Ilmu Keperawatan ini juga berpesan untuk mengurangi konsumsi makanan yang tinggi karbohidrat seperti nasi dan roti. Mengingat adanya bahaya penyakit yang mengancam di masa depan. Menurutnya, Mengonsumsi makanan alami tanpa olahan bahan kimia adalah pilihan terbaik yang bisa dilakukan.

“Perbanyak konsumsi buah dan sayur. Selain memiliki banyak vitamin, keduanya juga memiliki serat. Sehingga bisa menjadi salah satu pilihan agar kita tidak bergantung pada karbohidrat saja,” pungkasnya. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*