
JoSS, SEMARANG – Dosen Prodi Manajemen Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang Jamal Luthfi, S.Fil. I, M.M menekankan pentingnya pelaku usaha menengah kecil mikro (UMKM) memahami manajemen operasional usaha.
Menurutnya Umkm harus punya Standar Operasional Prosedur (SOP) dan menguasai manajemen rantai pasokan sehingga mampu meningkatkan efisiensi dan produktivitas, menjamin keandalan produk, menjamin kualitas produk serta mempertahankan kepuasan pelanggan.
Hal itu diungkapkannya saat menjadi pembicara dalam BRIncubator, Pelatihan UMKM Rumah BUMN BRI, Senin 22 Mei 2023 di Rumah BUMN Semarang dengan topic “Manajemen Operasional”.
“Pemahaman manajemen operasional bagi UMKM agar dalam menjalankan usahanya bisa lebih profesional dan meningkatkan kapasitas diri untuk memajukan usaha serta dalam menghadapi persaingan usaha baik saat ini maupun di masa yang akan datang,” katanya kepada JoSS.co.id, Senin (22/5/2023).
Direktur Kreasi Japaris ini menuturkan, pelatihan ini diikuti oleh 24 pelaku UMKM pilihan dari berbagai usaha seperti produksi dan distribusi keripik tempe, batik, handicraft, makanan ringan, hingga pengolahan ikan tengiri.
Dia menambahkan pentingnya manajemen operasional dalam UMKM yakni mampu meningkatkan kualitas produk atau jasa, efisiensi biaya, peningkatan produktivitas, peningkatan kinerja yang muaranya adalah peningkatan kepuasan pelanggan.
“Mereka sangat antusias dan semangat dalam mengikuti pelatihan ini,” ujarnya.

Jamal menuturkan, peserta juga mendapatkan pelatihan terkait prinsip penyusunan SOP, yaitu: kemudahan dan kejelasan, efisiensi dan efektivitas, keselarasan, keterukuran, dinamis, berorientasi kepada pengguna, kepatuhan terhadap hukum, dan kepastian hukum.
Selain itu, dalam paparannya, Jamal juga menjelaskan pentingnya menjaga kualitas produk & layanan dengan mengoptimalkan manajemen rantai pasokan.
Manajemen rantai pasokan atau Supply chain management adalah penanganan seluruh aliran produksi barang atau jasa — mulai dari komponen mentah hingga pengiriman produk akhir ke konsumen.
“Manajemen rantai pasokan ini penting, sebab sistem manajemen rantai pasokan yang efektif meminimalkan biaya, pemborosan, dan waktu dalam siklus produksi. Standar industri telah menjadi rantai pasokan tepat waktu di mana penjualan eceran secara otomatis memberi sinyal pesanan pengisian ulang kepada produsen. Rak ritel kemudian dapat diisi kembali hampir secepat produk dijual,” jelasnya.
Adapun manfaat manajemen rantai pasokan yakni meningkatkan keuntungan, dapat menurunkan biaya, pelanggan jadi puas dan mempermudah pengecekan barang.
Jamal menambahkan Prodi Manajemen Universitas Wahid Hasyim Semarang berupaya memberikan perhatian pada perkembangan UMKM di Jawa Tengah.
“Unwahas sangat berkomitmen untuk terlibat aktif dalam memajukan serta memajukan pelaku umkm. Dan akan selalu hadir dalam membangun kemajuan bangsa dan negara khususnya pengembangan pelaku ekonomi,” tuturnya.
Sementara itu, BRIncubator adalah perwujudan komitmen BRI untuk melakukan pemberdayaan secara reguler setiap bulan bagi pelaku UMKM. Acara ini pun menjadi sarana pengenalan aplikasi skoring UMKM Naik Kelas dan platform Link UMKM.
Link UMKM adalah platform online yang dapat diakses melalui website dan aplikasi pada smartphone. Platform ini dibuat dengan tujuan agar dapat membawa UMKM Indonesia naik kelas melalui rangkaian program pemberdayaan terpadu.
Melalui Link UMKM, pelaku usaha segmen ini di seluruh Indonesia bisa mendapatkan update informasi melalui UMKM Media; memanfaatkan menu pelatihan, konsultasi dan literasi keuangan untuk pengembangan usaha melalui menu UMKM Pedia.
Selain itu, pelaku UMKM juga dapat bergabung di komunitas untuk memperluas jaringan kerja dan menampilkan produknya di Etalase digital sebagai ajang promosi. (lna)

Leave a Reply