Ziarah Syawalan Kota Semarang Kembali Digelar, Melibatkan Habaib, Santri, Komunitas dan Masyarakat Umum

ZIARAH SYAWALAN KOTA SEMARANG
Ziarah Syawalan Semarang dipimpin langsung Habib Nauval bin Idrus bin Ahmad Al Mutahar, Minggu, 30/4/2023 (istimewa)

JoSS, SEMARANG – Ziarah Syawalan Kota Semarang kembali digelar di tahun 2022 dengan mengunjungi beberapa makam para ulama dan kasepuhan, Minggu, 30 April 2023.

Agenda Ziarah Syawalan Kota Semarang yang rutin digelar sejak 2005 ini, dilangsungkan setiap hari Minggu kedua di bulan Syawal.

Ziarah Syawalan Semarang dipimpin langsung Habib Nauval bin Idrus bin Ahmad Al Mutahar dari Majelis Taklim Ribath An Nur Mranggen Demak.

Ziarah Syawalan Semarang dimulai dari pukul 07.30 WIB dengan lokasi pertama Makam Syaikh Ibrahim di Brumbung Demak dan Makam Syaikh Shodiq atau Mbah Jago di Wiringin Jajar Mranggen Demak. Setelahnya, rombongan Ziarah Syawalan Semarang menuju makam Syaikh Jumadil Kubro dan Sunan Terboyo.

“Ziarah Syawalan Semarang dimulai sejak 2005, awalnya hanya 40-50 jamaah, sekarang sudah 500 an,” kata Habib Naufalbin Idrus bin Ahmad Al Mutahar, di Makam Sunan Pandanaran Semarang.

Total ada sembilan lokasi tujuan Ziarah Syawalan Semarang para ulama dan kasepuhan yang dikunjungi di beberapa makam yang ada di Demak dan Kota Semarang.
Selama Ziarah Syawalan Semarang dilakukan kegiatan di antaranya tausiyah, tawasul, berdoa bersama, sejarah napak tilas para ulama.

Habib Naufal berharap Ziarah Syawalan Semarang bisa menjadi ikon wisata religi, sebab jamaah yang ikut terus bertambah seiring waktu berjalan. Apalagi, sejumkah komponen terlibat dari pemerintah daerah, ADKI, IPNU, KNPI, Ansor, Forum Backstagers, Santei Gayeng Nusantara, Unnes dan lainnya.

Ziarah Syawalan Semarang

Kegiatan Ziarah Syawalan Semarang nantinya bisa dilengkapi dengan agenda seperti bazar, agar menggerakkan perekonomian masyarakat.

Ketua Asosiasi Desa Kreatifif Indonesia (ADKI) Fikri El-Azis, agenda Ziarah Syawalan Semarang kedepan bisa jadi wisata religi tahunan dengan pengunjung lebih banyak.
Selain itu, bisa mendorong dan menjual tumbuhnya ekonomi kreatif masyarakat dan peserta ziarah.

“Kedepan ziarah syawalan dapat didorong ke arah ekonomi kreatif, terutama mendorong pengembangan santriprenuer dalam ekonomi kreatif ,” katanya.
Sehingga mendorong lahirnya kunjungan religi lainnya selain ziarah tersebut. Terutama bagi para santri diharapkan mampu mencetak semangat sebagai wira usaha baru. “Santri bisa jadi wirausaha baru, bisa membuka lapangan kerja baru dengan produk yang ramah muslim,” ucapnya.

Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Ketua Harian ADKI Jawa Tengah Zukruf Novandaya, sejumlah ulama, serta jamaah umum.(*)

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*