Tak Perlu ke Cappadocia, Puncak Festival Balon Udara Bakal Digelar di Alun-alun Temanggung 30 April 2023

Balon Udara Temanggung
Festival Balon Udara Meriahkan Libur Lebaran 2023 (Humas temanggungkab)

JoSS, TEMANGGUNG – Komunitas Balon Udara Wonosobo dan Temanggung menggelar festival balon udara di lapangan Desa Kledung, Kecamatan Kledung, Temanggung pada Kamis (27/4/2023).

Puluhan balon udara berukuran raksasa berbagai motif dan model, seperti batik, pelangi, tokoh dan lainnya mampu terbang menghiasi langit dua gunung yang ikonik, yaitu Sumbing dan Sindoro.

Ketua Panitia Festival Balon Udara Desa Kledung Sulistiyono mengatakan festival balon ini untuk menyambut perayaan Idul Fitri 1444 Hijriah. Sebanyak 40 kelompok mengikuti festival balon udara ini yang kebanyakan berasal dari Kabupaten Wonosobo.

Sebab, di Kabupaten Wonosobo menerbangkan balon udara sudah menjadi tradisi masyarakat dalam menyambut Idul Fitri.

“Kegiatan ini dilakukan satu tahun sekali. Ini kita geser dari Wonosobo ke Temanggung, agar Kabupaten Temanggung dapat ikut memeriahkan penerbangan balon udara raksasa,” katanya.

Sebelum diterbangkan, balon udara raksasa yang terbuat dari kertas tersebut diberi asap dari hasil pembakaran kayu yang berasal dari tungku yang sudah disiapkan.

Penerbangan balon udara ini diklaim tak kalah dengan penerbangan balon udara di Cappadocia, Turki.

Dalam satu tim, terdapat tujuh orang yang menerbangkan. Mereka menjaga kekompakan agar balon udara tersebut dapat terbang.

Agar tidak membahayakan dan mengganggu lalu lintas udara, penerbangan balon udara raksasa ini ditambat menggunakan tali dengan ketinggian sekitar 70 meter.

“Kami berusaha ikut meramaikan Lebaran dengan festival balon udara ini, barangkali ke depan Temanggung bisa lebih menerima dengan adanya kegiatan seperti ini,” kata Sulistyono.

Menurut Sulistyono, syarat penerbangan balon udara sudah ditentukan komunitas balon udara sehingga aman dilakukan. Syarat itu antara lain harus memakai pengait dan tanpa petasan.

“Kami sadar kalau balon tanpa pengait dan di situ ada perapian, ada api yang dibawa ke atas ini akan mengganggu atau membahayakan penerbangan pesawat,” kata Sulistyono.

Sementara itu, puncak festival balon udara juga akan digelar di Alun-alun Wonosobo pada Ahad, 30 April mendatang. Melalui unggahan @balonwonosobo, sebanyak 30 balon udara terbaik akan tampil di sana.

“Kita menerbangkan balon-balon ini mengikuti aturan dari pemerintah, yakni diterbangkan dengan cara ditambat menggunakan tali dan tanpa adanya petasan. Penilaian festival ini diambil dari akurasi penerbangan balon, tingkat kesulitan dalam pembuatan balon, kekompakan tim dan pemberian variasi,” tegasnya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Temanggung Saltiono Atmaji mengatakan festival balon udara ini diselenggarakan atas kerja sama antara Desa Kledung, Kabupaten Temanggung dengan Desa Reco, Kabupaten Wonosobo. Masyarakat antusias menyaksikan festival balon udara yang baru pertama kali diselenggarakan di Temanggung itu.

Pengunjung bukan hanya dari Kabupaten Temanggung dan Wonosobo saja, tetapi juga para pemudik dari luar kota. “Festival ini dapat menjadi promosi bagi sejumlah destinasi pariwisata di kawasan Kledung khususnya dan Temanggung pada umumnya,” kata Saltiono. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*