
JoSS, SUBANG – Semburan api yang muncul dari dalam sumur di Rest Area Km 86 B Tol Cipali belum padam. Terhitung sudah 24 jam lebih api masih menyala. Semburan api yang muncul sejak Rabu (26/4/2023) pukul 09.30 WIB hingga Kamis (27/4/2023) sore masih menyala.
Kepala Penyelidik Bumi Ahli Muda Bidang ESDM Kabupaten Subang Ivan mengatakan semburan api tersebut belum menunjukkan tanda-tanda menurun atau masih sama dari awal semburan api muncul.
“Api masih menyala. Betul (semburan api masih sama kayak kemarin) dan terus di pantau dan dievaluasi intensitas semburannya,” ujar Ivan, dikutip dari detikJabar.
Semburan api diduga merupakan gas alami. Oleh karena itu, pihaknya masih melakukan investigasi lebih lanjut. “Iya sepertinya dari gas alam. Mudah-mudahan nggak besar sumber gasnya. Masih kami investigasi asal-usulnya nanti dari mana,” katanya.
Sebelumnya, semburan api bermula saat pihak pengelola Tol Cipali hendak meningkatkan kapasitas kebutuhan air bersih di Rest Area Km 86 B Tol Cipali sejak 10 April 2023.
Pekerjaan dari penggalian sumur air bersih ini sudah terpasang sedalam 40 meter, untuk total kedalaman dari sumurnya tersebut diperkirakan sekitar 100 meter. Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka akibat peristiwa kali ini.
Menurut Kasi Kedaruratan BPBD Subang Komara, dari keterangan sementara, sebelumnya pihak pengelola Tol Cipali hendak meningkatkan kapasitas kebutuhan air bersih di Rest Area KM 86 B Tol Cipali sejak 10 April 2023 lalu sehingga dilakukan sejumlah prosedur.
“Kronologinya adalah dari pihak Rest Area 86 akan meningkatkan kapasitas kebutuhan air bersih di Rest Area 86, oleh karena itu sumur yang ada dilakukan maintenance diantaranya adalah mengganti pipa dan mesin bor dengan kapasitas yang lebih tinggi ini sudah dilakukan 10 April tahun 2023,” ujar Komara.
Usai Lebaran, menurut Komara pekerjaan dari penggalian sumur air bersih ini sudah terpasang sedalam 40 meter, untuk total kedalaman dari sumurnya tersebut diperkirakan sekitar 100 meter.
“Dalam perjalanannya setelah Idul Fitri, mesin pompa yang baru sudah terpasang di kedalaman 40 meter, sementara kedalaman sumur sendiri diperkirakan 100 meter berdasarkan keterangan dari pihak pengelola Rest Areanya,” katanya.
Setelah itu, lanjut Komara, muncul dari dalam sumur luapan air yang sudah tercampur lumpur. Dia menduga dari lumpur tersebut mengandung material minyak. Entah bagaimana yang jelas dengan tiba-tiba semburan api pun muncul dari dalam sumur tersebut.
“Namun setelah terpasang dua hari kemudian muncul lah luapan air dari dalam sumur bor kemudian diikuti oleh lumpur yang diduga sudah bercampur dengan material minyak semacam minyak dan tiba-tiba muncul lah api menyembur ke atas,” kata dia.
Setelah munculnya semburan api, pihak terkait langsung melakukan pengecekan untuk mengetahui pasti penyebab munculnya api.
“Berdasarkan hasil investigasi dan assessment kami di lapangan bersama dengan tim Damkar, Polres Subang, TNI dan Astra, Pertamina EP ternyata didapat bahwa ada pemicu munculnya api baru dugaan sementara. Tapi yang jelas bahwa terjadinya timbulnya api bukan berasal dari Pertamina,” tegasnya.
Masih kata Komara, saat ini petugas gabungan dan pihak terkait mengupayakan memadamkan api dengan cara merelokasi sebaran api dan menyiram dengan periodik.
“Ketinggian api kurang lebih 7-8 m, lebar 3-5 m, jarak panas sekitar 15-20 meter. Upaya sementara adalah, tim Damkar dan Pertamina EP merelokasi sebaran api dan panas dengan menyiram secara periodik. Sekarang semburan api masih tetap menyala, petugas masih tetap berjaga sampai sekarang,” kata Komara.
Menghindari hal-hal yang tak diinginkan pihak kepolisian dari Polres Subang terpaksa harus menutup sementara Rest Area KM 86 Tol Cipali hingga waktu yang belum ditentukan.
Kapolres Subang AKBP Sumarni mengatakan, usai munculnya semburan api dari dalam sumur pihaknya berkoordinasi dengan Astra Tol Cipali untuk menutup sementara waktu Rest Area KM 86 B, Subang tersebut.
“Kami menutup Rest Area supaya pemudik tidak mampir ke sini sehingga bisa mengurangi resiko kepada para pemudik,” ujar Sumarni. Selain menutup Rest Area KM 86 B dari Tol Cipali ini, menurut Sumarni kini petugas seperti armada kendaraan Damkar Subang sudah bersiaga di lokasi semburan api. (lna)

Leave a Reply