JoSS, JOGJA – Pakar farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof Dr Zullies Ikawati menjelaskan, kandungan etilen oksida pada produk mie instan sebenarnya hanya bersifat sisaan (residual), bukan ditambahkan secara langsung misalnya untuk mengubah rasa atau mengawetkan.
Seperti diketahui, Departemen Kesehatan Taipei, Taiwan, menemukan bahan tersebut pada dua produk. Selain pada Indomie, zat tersebut juga ditemukan pada mi instan asal Malaysia Ah Lai White Curry Noodles.
Pada bumbu mie instan produk Indonesia, ditemukan kandungan 0,187mg/kg etilen oksida. Sedangkan pada saus mi instan dari Malaysia, ditemukan sebanyak 0,065mg/kg etilen oksida.
Terkait hal itu, negara tersebut menarik dan melarang peredaran kedua mie instan tersebut dijual di negaranya.
“(Etilen oksida) bukan sesuatu yang bisa ditambahkan. Jadi itu sifatnya semacam residu saja, sisa begitu. Karena dalam proses misalnya dalam proses produksinya atau dari penyimpanan untuk mencegah bakteri dan sebagainya, maka dikasih disterilisasi maka itu tersisa. Makanya istilahnya residu, bukan sebagai bahan yang ditambahkan,” terangnya dalam siaran detikPagi, Jumat (28/4/2023).
Dengan begitu, kandungan etilen oksida pada produk mi instan sebenarnya sangat kecil. Namun benar jika kadarnya melebihi batas, dapat memicu sederet efek pada tubuh, termasuk risiko kanker.
“Makanya jumlahnya itu pun sebenarnya sangat kecil. Dan semua negara sepakat bahwa itu adalah bahan berbahaya atau karsinogen, maka ada batas maksimalnya,” beber Prof Zullies.
“Sehingga artinya apa? Kalau di atas batas itu, ada kemungkinan potensi bahaya. Tetapi kalau sedikit saja, mungkin masih aman walaupun ada. Karena mungkin in certain level kita nggak bisa benar-benar menghilangkan sama sekali residunya,” pungkasnya.
Tingkat keamanan konsumsi produk mie instan tersebut juga telah diklarifikasi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memastikan mie instan merek ‘Indomie Rasa Ayam Spesial’ produksi PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk masih aman dikonsumsi masyarakat Indonesia.
BPOM menjelaskan penarikan produk Indomie Ayam Spesial di Taiwan karena terdapat perbedaan standar residu pestisida Etilen Oksida (EtO) dalam produk makanan antara Taiwan dan Indonesia. Taiwan tidak memperbolehkan EtO pada pangan, sementara Indonesia masih memperbolehkan.
“Taiwan tidak memperbolehkan EtO pada pangan,” tulis BPOM dalam keterangan resmi, Kamis (27/4/2023). (lna)

Leave a Reply