Menteri PUPR Basuki Targetkan Penyelesaian Pembangunan Infrastruktur Pendukung KTT ASEAN Labuan Bajo Selesai Awal Mei

KTT ASEAN Labuan Bajo
Menteri PUPR RI Basuki Hadimuljono saat meninjau pekerjaan infrastruktur dan fasilitas untuk mendukung KTT ASEAN ke-42 di Labuan Bajo dan Tana Mori, Rabu (26/4/2023) (FOTO: Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR RI)

JoSS, LABUAN BAJO – Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menargetkan pembangunan infrastruktur dan fasilitas pendukung pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN di Labuan Bajo dan Tana Mori, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) selesai pada awal Mei ini.

Hal tersebut ia sampaikan saat meninjau pembangunan tersebut pada Rabu (26/4) kemarin. Adapun pelaksanaan KTT ASEAN di Labuan Bajo akan berlangsung pada 9-11 Mei mendatang.

Basuki mengklaim saat ini progres pekerjaan peningkatan fasilitas penunjang di Kawasan Labuan Bajo sebesar 73 persen. Sedangkan, progres pekerjaan di KEK Tana Mori mencapai sebesar 94 persen.

“Target penyelesaian semua pekerjaan pada awal Mei 2023, sebelum penyelenggaraan KTT ASEAN berlangsung,” ujarnya seperti dikutip dari keterangan resmi.

Lingkup pekerjaan yang sedang dilakukan di kawasan Labuan Bajo meliputi pembangunan Mako Polres Manggarai Barat, penataan Promenade Marina Labuan Bajo Zona 4, dan peningkatan kualitas lanskap koridor jalan Labuan Bajo.

Lalu, penataan lahan parkir VVIP kantor Bupati Manggarai Barat, penataan jalan dan trotoar Sp. Binongko – Sp.Sylvia (Jl. Waecicu), dan penataan median Jalan Yohanes Sehadun (depan Bandara Komodo).

Sedangkan, pekerjaan yang dilakukan di KEK Tana Mori meliputi pembangunan Roundabout Beach Club, Shelter Dermaga, pemasangan geomat pada koridor jalan Kawasan Tana Mori, penataan bundaran pintu masuk Kawasan ITDC, dan perkuatan lereng dan stabilisasi tanaman pada ruas jalan Labuan Bajo – Tana Mori yang telah diresmikan Presiden Jokowi pada 14 Maret 2023 lalu.

Kementerian PUPR juga membangun Embung Anak Munting di antara Labuan Bajo menuju Tana Mori di Desa Warloka, Kecamatan Komodo.

Embung Anak Munting memiliki kapasitas tampung 159 ribu meter kubik dan luas genangan 4,5 hektare dengan fungsi utama untuk konservasi dan mendukung pariwisata di Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Labuan Bajo dalam rangka KTT ASEAN.

Basuki menginstruksikan agar semua pekerjaan konstruksi, baik di Labuan Bajo maupun Tana Mori, harus dilakukan dengan metode dan kualitas yang terbaik.

“Saya minta agar terus dijaga dan ditingkatkan kualitas infrastrukturnya sesuai standar penyelenggaraan acara internasional. Jangan main-main, kualitas pekerjaan harus jadi prioritas nomor satu. Terutama pada infrastruktur jalan, segara tingkatkan kualitas aspalnya,” katanya.

Selain itu, Basuki juga menegaskan agar semua pekerjaan dilakukan dengan rapi dan bersih, memperhatikan estetika dan penghijauan di setiap area venue dan koridor jalan akses KTT ASEAN. Hal ini agar lingkungan menjadi lebih asri dan tidak gersang.

Peningkatan fasilitas penunjang di Labuan Bajo – Tana Mori dilakukan Kementerian PUPR melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) NTT Direktorat Jenderal Cipta Karya dan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT Direktorat Jenderal Bina Marga.

Peningkatan fasilitas melalui penataan kawasan dan koridor jalan ini bertujuan untuk mendukung keamanan dan kenyamanan selama penyelenggaraan KTT ASEAN berlangsung. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*