Macet di KM 81 Hingga KM 70 Tol Cikatama, Polri Terapkan Buka Tutup Rest Area

Macet KM 70
Ilustrasi kemacetan di jalan Tol (joss)

JoSS, JAKARTA – Kakorlantas Polri Irjen Firman Santyabudi menyatakan terjadi pelambatan di KM 81 rest area fungsional berakibat macet hingga KM 70 Cikampek Utama (Cikatama). Oleh karena itu diterapkan buka tutup rest area.

“Akibat kendaraan parkir di bahu jalan, saat ini rest area 81 A dan B kita tutup, kemudian tim urai polres polda memerintahkan yang parkir untuk berangkat dan terus menarik arulin dari arah barat, kemudian melakukan kanalisasi di cikatama untuk mengarahkan ke jalur B,” jelasnya, dikutip dari liputan6.com.

Sementara itu, rekayasa lalu lintas seperti ganjil genap, one way, dan contra flow akan lanjut diterapkan pada arus mudik hari ini, Rabu (19/4/2023).

“Masih dan rencana contra flow akan ditambah jadi 3, bangkitan dari tadi subuh deras,” kata Firman saat dikonfirmasi, Rabu (19/4/2023).

Selain itu, di Tol Jakarta -Cikampek contraflow dibuka satu jalur di KM 46. “Selanjutnya pada CF di KM 47 akan dibuatkan kanalisasi 100 sampai dengan 200 meter. Kendaraan yang masuk di CF km 40 satu lajur menggunakan lajur kanan setelah pertemuan di CF km 47 sedangkan kendaraan yang masuk CF dari km 47 menggunakan lajur kiri,” terangnya.

Saat ini, polisi tengah melakukan upaya buka-tutup rest area agar tak terjadi penumpukan atau macet. “Sedang diupayakan penarikan-penarikan serta evaluasi buka tutup rest area 81 yang baru, karena makin banyak yang berhenti,” pungkasnya.

Sementara itu, pecah rekor tampaknya akan kembali terjadi pada mudik Lebaran 2023. Pasalnya, pemerintah memprediksi jumlah pemudik yang berlalu lalang pada Lebaran Idul Fitri 1444 H/2023 M mencapai 123 juta orang.

Hal tersebut berdasarkan hasil survei potensi pergerakan masyarakat selama masa Lebaran 2023 (Idul Fitri 1444 H) yang dilakukan Kementerian Perhubungan melalui Badan Kebijakan Transportasi (BKT).

Jumlah itu meningkat 14,2 persen jika dibandingkan dengan prediksi pergerakan masyarakat di masa Lebaran tahun 2022 lalu yang mencapai 85,5 juta orang.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menjelaskan beberapa faktor yang menyebabkan tingginya potensi pergerakan masyarakat di masa mudik 2023.

Ini di antaranya tidak adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), memasuki masa pra-endemi atau mendekati normal pasca pandemi COVID-19, perekonomian yang semakin membaik, tidak ada pembatasan atau larangan perjalanan, dan persepsi positif dari masyarakat pada penyelenggaraan angkutan Lebaran 2022 lalu.

“Penanganan arus mudik dan balik pada Lebaran tahun ini sangat menantang. Maka itu kami telah menyiapkan langkah antisipasi sejak awal tahun. Selain itu, evaluasi dari penyelenggaraan mudik serta Natal dan tahun baru sebelumnya menjadi bekal penting sebagai pelajaran agar tahun ini bisa lebih baik lagi,” ujarnya.

Adapun jumlah pemudik di wilayah Jabodetabek diperkirakan naik dari 14 juta menjadi 18 juta pada musim mudik Hari Raya Idul Fitri 2023 ini. Dengan begitu, kenaikan pemudik secara nasional sebanyak 47 persen, sementara Jabodetabek 27 persen.

Sebanyak 22 persen masyarakat akan mudik menggunakan mobil pribadi dan 20 persen dengan sepeda motor. Karena itu, Budi memprediksi, akan ada penumpukan mobil pribadi di Tol Cipali dan Pelabuhan Merak.

Hal ini juga diamini Dirgakkum Korlantas Polri Brigjen Aan Suhanan. Dia memprediksi adanya peningkatan yang sangat signifikan terkait jumlah pemudik dalam arus mudik Lebaran 2023.

“Peningkatan sekitar 44 persen, tahun lalu 85 juta, dengan dicabutnya PPKM angkanya siginifikan jadi 123,8 juta,” tutur dia.

Aan menyebut untuk daerah tujuan terbanyak mudik lebaran 2023 yakni Pulau Jawa, dengan rincian Jawa Barat 16,73 persen atau 20,72 juta orang; Jawa Tengah 26,45 persen atau 32,65 juta orang; Jawa Timur 19,87 persen atau 24,6 juta orang.

Adapun 5 Daerah Tujuan Favorit Pemudik:

Jawa Tengah 26,45 persen (32,75 juta orang)

Jawa Timur 19,87 persen (24,6 juta orang)

Jawa Barat 16,73 persen (20,72 juta orang)

Jabodetabek 6,52 persen (8,07 juta orang)

Yogyakarta 4,78 persen (5,9 juta orang)

Untuk puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada H-1 (21 April 2023), dimana diprediksi terjadi pergerakan sebesar 14,3 persen (17,7 juta orang). Peningkatan perjalanan pada arus mudik diprediksi mulai meningkat sejak H-3 (19 April 2023). (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*