Pembeli Degan di Kios Degan Glopot Bang Slamet Batang Naik Tiga Kali lipat Saat Ramadan   

Degan Glopot Bang Slamet
Kios Degan Glopot Bang Slamet juga menawarkan menu degan bakar yang diminati pembeli karena dipercaya dapat memulihkan stamina, bagi pekerja berat. (foto: batangkab.go.id)

JoSS, BATANG – Penjual degan bernama Slamet Ganis mengakui mendapatkan rezeki berlipat saat bulan Ramadan tiba. Di kios Degan Glopot Bang Slamet miliknya, dalam sehari bisa menjual 600 buah degan. Penjualan ini naik tiga kali lipat dibandingkan dengan rata-rata penjualan harian yang hanya 200 buah.

Menjelang waktu berbuka puasa, kedai Degan Glopot Bang Slamet atau kelapa muda milik Bang Slamet yang berada di Jalan Pemuda Kadilangu Batang, mulai dipadati konsumen yang ingin membelinya untuk mengembalikan cairan tubuh, setelah menjalani puasa seharian penuh.

“Kalau bulan puasa laku sampai 600 butir degan, dibandingkan hari biasa yang cuma 200 butir per harinya. Untuk degan hijau biasa cukup membayar Rp10 ribu,” kata Slamet, saat ditemui di kiosnya, Jalan Pemuda Kadilangu, Kabupaten Batang, Minggu (26/3/2023).

Menu lain yang dapat dipesan secara khusus, yakni degan bakar. Degan bakar memiliki khasiat untuk memulihkan stamina, terutama bagi mereka yang mengandalkan fisik dalam aktivitasnya sehari-hari.

“Manfaatnya banyak, seperti meredakan demam, membantu pengobatan bagi penderita kencing batu dan mengembalikan stamina tubuh, setelah seharian beraktivitas. Khasiat makin terasa karena setelah dibakar, degan akan diberi ramuan tradisional seperti jahe bakar, jeruk nipis dan serai,” jelasnya, dilansir dari Batangkab.go.id.

Harga untuk degan hijau bakar konsumen cukup membayar Rp16 ribu, namun bagi yang ingin memesan degan bakar wulung harus merogoh kocek sampai Rp25 ribu. Itu dikarenakan pasokan yang terbatas, sedangkan permintaan cukup tinggi.

“Agar khasiatnya makin terasa tunggu 5-10 menit baru bisa dikonsumsi. Konsumen yang biasa pesan ada yang dari lokal Batang sampai Wiradesa Pekalongan,” ungkapnya.

Salah satu pelanggan, Wawan sopir truk mengaku sudah beberapa tahun menjadi konsumen tetap degan wulung bakar. Ia mengonsumsinya untuk mengembalikan stamina setelah melakukan perjalanan jauh.

“Biasanya saya mengonsumsi degan wulung bakar seminggu sekali, untuk menghilangkan capek. Badan rasanya lebih ringan dan langsung fit, stamina bisa pulih karena habis melakukan perjalanan jarak jauh,” ujar dia. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*