
BERKUNJUNG ke Purwokerto tidak lengkap rasanya jika tidak mencoba mengunjungi Menara Pandang Teratai. Ikon baru kota Satria yang dibangun pada 2021 ini menjadi ikon baru daerah yang terkenal dengan tempe mendoan ini.
Pada menara yang memiliki ketinggian 117 meter ini, Anda bisa menyaksikan kota Purwokerto dari ketinggian, sekaligus menguji adrenalin Anda.
Untuk diketahui, pembangunan Menara Pandang Teratai merupakan hasil inisiatif pemerintah Kabupaten Banyumas untuk menciptakan ikon baru Purwokerto. Oleh karenanya, menara ini dibangun oleh pembiayaan program PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional) dari dana APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara).
Desain menara Pandang Teratai sempat beberapa kali mengalami perubahan, awalnya desain akhir bangunan dikehendaki berbentuk kubah yang dinamakan sebagai Menara Gada Rujakpolo.
Pada proses menuju tahap penyelesaian, desain menara berubah menjadi bunga teratai. Puncak menara yang berbentuk bunga teratai ini mengandung filosofi dari Dwipa Semarang, dengan pembagian menara menjadi 3 tingkatan yaitu tingkat bawah, tengah dan atas.
Tingkat bawah yakni lantai dasar yang menyimbolkan hubungan antar manusia, tingkat tengah berada di lantai 1 dan 2 yang menyimbolkan hubungan dengan alam, dan tingkat atas berada di lantai 3 dan 4 menyimbolkan hubungan dengan Tuhan.
Menara ini buka mulai jam 9 pagi sampai jam 10 malam setiap hari. Umumnya wisatawan datang ke tempat ini karena terpesona dengan daya tarik sekaligus keunikan bentuk puncak menaranya yang menyerupai bunga teratai. Para pengunjung bisa melihat keindahan seluruh kota dari atas.
Tak hanya itu,di lantai 3 terdapat jembatan berlantai kaca tembus pandang sejauh 3 meter yang bisa dilalui pengunjung. Jembatan lantai kaca ini kokoh. Akan tetapi permukaannya yang transparan menimbulkan efek mendebarkan.
Para wisatawan yang tertantang bisa melalui lantai kaca ini seakan berjalan tanpa pijakan di ketinggian 110 meter dari permukaan tanah. Sensasi menegangkan ini ternyata mengundang rasa penasaran mereka. Bisa ditebak, tidak semua orang berani melewatinya.
Hal menarik lainnya dari menara ini adalah bangunannya yang dilengkapi dengan pencahayaan teknologi LED warna-warni dari bawah hingga ke puncak. Lampu ini akan menyala saat malam hari dan terlihat sangat cantik di tengah gelapnya malam.
Secara keseluruhan, menara ini memiliki total 5 lantai dengan fungsi yang berbeda:
Lantai 1 merupakan Coffee Shop dengan konsep seperti pameran, ada klip komik, lukisan batik dan lain sebagainya
Lantai 2 merupakan Office Room atau ruang pertemuan. Namun tidak dibuka untuk umum.
Lantai 3 merupakan jembatan kaca yang bisa digunakan untuk melihat pemandangan Purwokerto, batas waktu berada di lantai ini maksimal 15 menit.
Lantai 4 merupakan ruangan outdoor.
Lantai 5 merupakan puncak yang berada di bawah bunga teratai langsung, setiap kunjungan dibatasi hanya 10 menit, lansia dan anak-anak dibatasi masuk ke lantai ini.
Menara Pandang yang terdiri dari 5 lantai ini dilengkapi dengan lift, jadi pengunjung tidak akan merasa lelah karena harus menaiki tangga hingga ke puncak. Akses menuju dek observasi dan puncak Menara Teratai bisa menggunakan lift berkapasitas maksimal 20 orang dan ada juga tangga darurat.
Jembatan kaca tembus pandang pada lantai 3 berada di ketinggian sekitar 70-80 meter. Dari jembatan kaca ini, pengunjung bisa melihat keindahan Purwokerto sejauh mata memandang, tapi bagi yang memiliki fobia ketinggian tidak disarankan untuk naik ke lantai 3 ini, ya.
Meskipun tergolong baru, Menara Pandang Teratai Purwokerto memiliki fasilitas yang cukup lengkap, seperti: Ruangan ber AC di lantai 1-3, Resto, Perpustakaan mini, Coffee Shop, Jembatan kaca, Toilet, Lift, Tangga darurat, Area parkir luas, Tempat penyewaan otopet untuk berkeliling di sekitar menara. Jadi, tunggu apa lagi? Segera masukkan dalam daftar liburan Anda, Menara pandang teratai berada di Jl Bung Karno, Kalibener, Kedungwuluh, Purwokerto Timur, Banyumas. (lna)

Leave a Reply