Libatkan UMKM di Suriname dan Malaysia, Prodi Manajemen Unwahas Gandeng Asosiasi Cel KODELN Gelar Seminar Internasional

Unwahas Asosiasi Cel KODELN
Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang bersama dengan Asosiasi Cel KODELN melaksanakan seminar virtual internasional terkait pelatihan pengembangan Usaha Menengah Kecil Mikro (UMKM) berbasis digital, Minggu (19 Maret 2023). (foto: istimewa)

JoSS, SEMARANG – Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang bersama dengan Asosiasi Cel KODELN melaksanakan seminar virtual internasional terkait pelatihan pengembangan Usaha Menengah Kecil Mikro (UMKM) berbasis digital.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi Unwahas salah satunya pengabdian kepada masyarakat khususnya pelaku UMKM asal Indonesia yang berada di Suriname dan Malaysia. Seminar internasional digelar virtual melalui platform Zoom pada Minggu, 19 Maret 2023  dengan mengangkat topic: INTERNATIONAL Community Services in economic sector.

Dalam kegiatan ini melibatkan sejumlah peserta diantara UMKM  produsen tempe khas Indonesia, keripik singkong, penjual obat-obatan, kuliner, pakaian tenun, dan percetakan. Pelatihan yang diberikan diantaranya terkait pengelolaan laporan keuangan perusahaan bagi pelaku UMKM dan digital marketing melalui sosial media.

Para pelaku sangat antusias mengikuti kegiatan ini dan berharap akan ada kegiatan lanjutan untuk pengembangan UMKM di luar negeri.

Materi dibawakan oleh Dr Windi Novia  Ratri W M.M dengan tema Digitalization of SME’s marketing & Financial Reporting in Suriname. “Dalam hal ini pelaku UMKM dilatih untuk bisa membuat laporan keuangan digital agar lebih efektif dalam menjalankan usaha, serta bagaimana memasarkan produknya melalui teknologi digital,” kata Dr Windi.

Hadir sebagai narasumber sekaligus pemateri Kaprodi Manajemen Universitas Wahid Hasyim, Ratih Pratiwi M.Si M.M yang mengangkat tema Digital & Social Media Marketing and advertising Collection. “Pelaku UMKM penting untuk mengetahui  bagaimana memanfaatkan sosial media untuk mempromosikan produknya, sehingga jangkauan pasarnya lebih luas,” ujarnya.

Adapun jenis UMKM yang mengikuti seminar virtual tersebut yakni: Pengrajin Tempe, Pengrajin Jamu Tradisional dan Makanan Kecil, Pengusaha Warung Sembako dan Penukaran Uang, Pengrajin Tas, Distributor Madu dan Penjual Obat-obatan tradisional, Produsen dan Distributor makanan kecil, Produsen dan Distributor Kerupuk Udang, Warung makan, Pengusaha jasa Dekorasi dan penyewaan acara hajatan.  (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*