Korban Investasi PT ASG Ngadu ke Dewan, Komisi A Siap Tindaklanjuti

Korban Investasi PT ASG
Ketua Komisi A DPRD Jawa Tengah Mohammad Saleh didampingi Biro Hukum Setda Jateng menerima puluhan orang yang tergabung dalam Paguyuban Korban Investasi PT ASG, Selasa (14/3/2023). (foto: dprd.jatengprov.go.id)

JoSS, SEMARANG – Komisi A DPRD Provinsi Jawa Tengah menerima puluhan warga yang tergabung dalam Paguyuban Korban Investasi PT ASG yang mendatangi Gedung Berlian DPRD Jateng, Selasa (14/3/2023).

Korban merupakan member PT ASG- sebuah akun investasi milik Dewa Aldo Serena.

Ketua Komisi A DPRD Jawa Tengah Mohammad Saleh mengatakan masalah tersebut sebenarnya menjadi ranah hukum. Meski demikian, Komisi A telah menerima aspirasi tersebut untuk selanjutnya akan dilaporkan kepada Pimpinan DPRD.

“Dengan mendengarkan aspirasi ini, kami di Komisi A akan segera melaporkan hasil ini kepada Pimpinan DPRD supaya bisa bersurat kepada kepolisian agar permasalahan ini turut mendapatkan perhatian serius,” kata politikus Golkar ini didampingi Biro Hukum Setda Jateng.

Korban Investasi PT ASG
Komisi A menerima puluhan orang yang tergabung dalam Paguyuban Korban Investasi PT ASG, Selasa (14/3/2023). (foto: dprd.jatengprov.go.id)

Perwakilan korban, Agus berharap, DPRD dapat membantu permasalahan mereka supaya dana jutaan rupiah yang diinvestasikan bisa ditarik kembali.

Dia menjelaskan permasalah investasi tersebut sudah dilaporkan ke Polda Jateng pada 15 Maret 2023. Untuk member yang melapor sebanyak 48 orang dari 200 member yang ikut investasi tersebut.

“Kami berharap DPRD bisa turut membantu kami menyelesaikan masalah pengembalian dana investasi yang dikelola PT ASG,” ucap Agus.

Proses mediasi, lanjut dia, sebenarnya sudah dilakukan. Termasuk mencoba menghubungi pihak pengelola yakni Dewa Aldo Serena. Namun demikian, sampai sekarang ini pihak pengelola belum bisa ditemui.

Mediasi hanya bisa dilakukan melalui hubungan telepon seluler. Bahkan dalam percakapan mereka via telepon, pihak pengelola selalu menjanjikan untuk mengembalikan dana jutaan rupiah yang diinvestasikan.

“Karena tidak ada kejelasan dan tidak ada niat baik, kami melaporkan masalah ini ke polisi,” kata Agus. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*