JoSS, JAKARTA – Presiden Joko Widodo memastikan pemerintah sedang berjuang untuk mempertahankan Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20, di tengah isu batalnya even sepakbola internasional ini.
Presiden mengutus Ketua Umum PSSI Erick Thohir untuk bertemu dengan tim FIFA untuk mendapatkan solusi terbaik terkait dengan penolakan sejumlah pihak terhadap Timnas Israel di Piala Dunia U-20.
Secara tersirat, Jokowi menyatakan Duta Besar Palestina yang bertemu dirinya beberapa hari lalu tidak mempermasalahkan Timnas Israel berlaga di turnamen sepak bola tingkat dunia untuk usia muda tersebut.
“Dalam urusan Piala Dunia U-20 ini, kita sependapat dengan Duta Besar Palestina untuk Indonesia bahwa FIFA punya aturan yang harus ditaati oleh anggotanya, jadi jangan campur adukkan urusan olahraga dan politik,” ujar Jokowi dalam jumpa pers yang diunggah di kanal Youtube Sekretariat Presiden, Selasa (28/3/2023).
Jokowi menyatakan, saat ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 pada tahun 2019, pemerintah belum tahu siapa saja pesertanya karena saat itu proses prakualifikasi masih berlangsung. Kepastian Israel sebagai kontestan Piala Dunia U-20 baru diperoleh pada Juni 2022.
“Kita menjamin keiikutsertaan Timnas Israel tidak ada kaitannya dengan konsistensi posisi politik luar negeri kita terhadap Palestina, karena dukungan kita untuk kemerdekaan Palestina selalu kokoh dan kuat,” tandas politikus asal Kota Solo itu.
Menurut Jokowi, FIFA sudah mengetahui penolakan sejumlah kalangan terhadap Timnas Israel dan berujung dengan pembatalan drawing di Bali pada 31 Maret 2022 mendatang.
Karena itu, kata dia, pemerintah dan PSSI berusaha untuk mencari jalan keluar terbaik agar Piala Dunia U-20 tetap digelar di Indonesia pada Mei 2022 mendatang.
“Untuk itu saya sudah utus Ketua PSSI Pak Erick Thohir untuk bertemu dengan tim FIFA , mencari penyelesaian terbaik,” tutupnya.
Jokowi pun menceritakan perjuangan Indonesia mendapat kepercayaan menjadi tuan rumah even olahraga sepak bola tersebut. Menurut Jokowi, Indonesia tidak begitu saja ditunjuk menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20.
Indonesia melalui proses bidding dan seleksi panjang. Hingga akhirnya ada tiga kandidat negara yang akan menjadi tuan rumah, yakni Brasil, Indonesia, dan Peru.
“Saat itu semua pihak berjuang, bekerja keras bersama-sama agar Indonesia bisa menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20,” kata Jokowi dalam pernyataannya terkait Piala Dunia U-20 di Istana Negara, Selasa (28/3/2023).
Setelah melalui proses panjang, akhirnya pada Oktober 2019, Indonesia ditunjuk menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 oleh Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA). Jokowi menganggap bahwa penunjukan itu merupakan kehormatan bagi Indonesia karena mendapat kepercayaan menggelar even akbar sepak bola bertaraf internasional.
“Ini merupakan kehormatan bagi bangsa Indonesia karena kita mendapat kepercayaan menyelenggarakan Piala Dunia U-20, penyelenggaraan even olahraga yang paling banyak penggemarnya di seluruh dunia,” katanya.
Saat ditunjuk menjadi tuan rumah, kata Jokowi, Indonesia belum mengetahui negara peserta Piala Dunia U-20. Sebab, waktu itu proses prakualifikasi masih berjalan. Kepastian Timnas Israel lolos Piala Dunia U-20 baru diketahui Juli 2022. Meski begitu, Jokowi memastikan keikutsertaan Tim Nasional (Timnas) Israel tidak ada kaitannya dengan konsistensi posisi politik luar negeri Indonesia terhadap Palestina. Dukungan Indonesia terhadap Palestina selalu kokoh dan kuat.
Sebelumnya, Gubernur Bali Wayan Koster dan Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo secara tegas menolak partisipasi Israel di Piala Dunia U-20 Indonesia. Mereka menolak Israel karena negara itu menjajah Palestina.
Terkait hal itu FIFA resmi membatalkan drawing Piala Dunia U-20 2023 Indonesia yang sedianya digelar 31 Maret di Bali. Pembatalan tersebut tidak lepas dari gelombang penolakan terhadap keikutsertaan Israel di Piala Dunia U-20. Penolakan disuarakan oleh beragam elemen masyarakat, termasuk juga dari sejumlah kepala daerah di Indonesia. (lna)

Leave a Reply