
JIKA Anda berkunjung ke Bali, disejumlah destinasi wisata akan dijumpai Pecalang, yaitu polisi tradisional yang bertugas menjaga, mengamankan, menertibkan desa, wilayah, baik dalam aktivitas sehari-hari maupun upacara adat atau keagamaan. Kata lainnya, Pecalang adalah polisi adatnya Bali.
Nah, di Malioboro Jogja, kini juga ada sepasukan Bregada atau petugas penjaga keamanan layaknya penjaga keraton lengkap dengan kostumnya.
Ya, Dinas Pariwisata (Dispar) DIY tengah berupaya mengembangkan event berbasis kearifan lokal, salah satunya melalui Atraksi Budaya Bregada Jaga di Kawasan Malioboro. Ada empat bregada rakyat yang setiap setiap minggunya menjaga kawasan tersebut secara bergantian.
Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Wisata Dispar DIY, Kurniawan menyampaikan penampilan bregada rakyat tersebut untuk menghadirkan inovasi dalam pengembangan event berbasis kearifan lokal di destinasi wisata strategis. Inovasi tersebut, menurut Kurniawan, sejalan dengan tren pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) belakangan, yakni menonjolkan potensi lokal.
“Tren terbaru dalam industri parekraf mendorong terciptanya segmentasi pariwisata yang lebih personalize, customize, localize, dan smaller in size. Event Atraksi Budaya Bregada Rakyat Malioboro hadir sebagai ciri destinasi dan atraksi wisata, sebagai wujud pelestarian budaya,” ucapnya, Minggu (12/3/2023).
Dilansir dari harianjogja.com, penampilan bregada rakyat diharapkan dapat ikon pariwisata sekaligus budaya DIY. “Tentu karena potensi pariwisata Jogja adalah budaya, maka Bregada Malioboro mempunyai peran mengenalkan sekaligus melestarikan budaya Jogja kepada wisatawan,” ucapnya.
Dia pun berharap keberadaan bregada rakyat dapat memberikan dampak bagi perkembangan pariwisata DIY. “Dampak yang diharapkan tentunya dapat meningkatkan daya tarik wisata, dan sekaligus memberdayakan masyarakat sekitar,” ucapnya.
Salah satu anggota Bregada Saeko Kapti, Fatkur Setiadi menyampaikan selama bertugas dia kerap dihampiri sejumlah wisatawan yang menanyakan terkait bregada rakyat di Jogja, serta sejumlah informasi pariwisata di DIY. Sehingga, adanya bregada tersebut menurut Fatkur sangat berdampak pada perkembangan pariwisata di Kawasan Malioboro.
“Melihat antusiasme wisatawan sangat banyak sekali, mungkin ini hanya ikon pariwisata, tapi ini berdampak, banyak wisatawan yang bertanya terkait bregada. Misal ada sesuatu [event] kita jadi ampiran-nya,” ucapnya.
Saat ini ada empat bregada rakyat yang bertugas untuk menjaga Kawasan Malioboro setiap minggunya secara bergiliran, yakni Bregada Saeko Kapti dari Kampung Sosrowijayan, Bregada Suryatmajan dari Kampung Suryatmajan, Bregada Reksawinanga dari Kampung Ngampilan, dan dan Bregada Wirososro dari Kampung Sosromeduran. Dalam satu kelompok terdiri dari 24 orang anggota atau sebelas pasang dan satu pimpinan Bregada rakyat. (lna)

Leave a Reply