Jelang Nyepi Candi Prambanan Tutup Total Pada 22 Maret 2023

Hari Nyepi Candi Prambanan Tutup
Candi Prambanan (Khafid Mukriyanto)

JoSS, SLEMAN – PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko (PT TWC) sebagai pengelola objek wisata Candi Prambanan menutup total kegiatan wisata saat hari Nyepi, 22 Maret 2022.

Direktur Utama PT TWC Febrina Intan mengatakan keputusan  tersebut sebagai bentuk penghormatan kepada seluruh umat Hindu, yang merayakan Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1945.

”Spiritual merupakan salah satu pilar pengelolaan destinasi Taman Wisata Candi Prambanan. Tentunya kami mendukung kegiatan keagamaan dan nilai spiritual bagi kepentingan Umat Hindu, di antaranya peringatan Hari Raya Nyepi di kawasan Candi Prambanan,” kata Febrina Intan, Kamis (16/3/2022).

Penutupan kawasan Candi Prambanan untuk segala kegiatan mulai Rabu, 22 Maret 2023 pukul 06.00 WIB sampai Kamis, 23 Maret pukul 06.00 WIB.

Febrina menambahkan keputusan ini merupakan aksi TWC terhadap program pemerintah yang telah disepakati dalam nota kesepahaman antara Kementerian Agama, Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset & Teknologi, Kementerian BUMN, Kementerian Pariwisata & Ekonomi Kreatif, Pemerintah Daerah DIY, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, tentang Pemanfaatan Candi Prambanan untuk kepentingan Umat Hindu Indonesia dan Dunia.

Bagi umat Hindu, Hari Raya Nyepi adalah hari penyucian dewa-dewi yang berada di pusat samudera yang membawa intisari amerta, air kehidupan. Umat Hindu merayakan Hari Raya Nyepi dengan melakukan tapa brata, berdiam diri tanpa melakukan aktivitas duniawi apapun.

Di sisi lain, sebelum Nyepi, justru umat Hindu mengadakan rangkaian acara di kawasan candi itu. Rangkaian kegiatan perayaan Nyepi tahun Saka 1945 di Candi Prambanan dimulai pada 21 Maret 2023. Kegiatan dimulai dengan upacara Tawur Kesanga yang rencananya diikuti oleh ribuan umat Hindu dari Jawa Tengah dan Yogyakarta.

Selain itu, di TWC Prambanan juga diadakan Kirab Pawai Ogoh-Ogoh dan Pangrupukan yang bisa dinikmati oleh wisatawan sebagai tourism attraction.

“Hal ini turut memberi added value experience bagi pengunjung destinasi, sekaligus menambah atraksi berupa seni pertunjukan bernuansa religius yang bisa dinikmati pengunjung secara umum,” kata Febrina Intan, dikutip dari tempo.co.

TWC, sebagai Indonesia Heritage Management berkomitmen dalam pengelolaan destinasi heritage and culture yang berkualitas dan berkelanjutan. Terdapat 4 pilar pengelolaan destinasi wisata yang dilakukan oleh TWC, yaitu Edukasi, Konservasi, Spiritual dan Pariwisata. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*