
JoSS, JAKARTA – Menteri Luar Negeri Selandia Baru Nanaia Mahuta turun tangan dalam penanganan warganya yakni Pilot Susi Air Philip Mehrtens yang sudah empat pekan disandera Organisasi Papua Merdeka ( OPM ).
Dia disandera kala menerbangkan pesawat milik eks Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti pada 7 Februari lalu, hal ini menjadi sorotan media asing.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Teuku Faizasyah, mengatakan Mahuta berkomunikasi dengan Menlu RI Retno Marsudi terkait penyanderaan Mehrtens. “Dalam hal ini, komunikasi telah terus terjalin, termasuk di Jakarta antara Kemlu dengan Kedutaan Besar Selandia Baru [di RI],” kata Faizasyah saat konferensi pers di Kemlu RI, Jakarta, Jumat (10/3).
“Demikian juga halnya antara Menlu RI dalam beberapa kesempatan berkomunikasi langsung dengan Menlu Selandia Baru,” ujarnya. Faizasyah juga mengatakan Kedutaan Besar RI (KBRI) di Wellington terus memberi informasi terbaru ke pemerintah Selandia Baru terkait penyanderaan Mehrtens.
Panglima TNI Laksamana Yudo Margono sebelumnya mengatakan operasi militer tak mungkin ditempuh untuk membebaskan Mehrtens. Ia khawatir tindakan itu justru membahayakan pilot tersebut dan masyarakat setempat. Di sisi lain, pemerintah Selandia Baru meminta agar tak ada kekerasan dalam operasi pembebasan warga negaranya.
Di foto dan video yang hari ini beredar, OPM memastikan Mehrtens dalam kondisi aman dan sehat.
Dalam video terpisah, atas perintah OPM, Mehrtens mengungkapkan syarat terkait pembebasan dirinya. “OPM akan membebaskan saya setelah Papua merdeka,” ucap dia.
Mehrtens juga mengatakan OPM meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menjadi mediator untuk menangani konflik di Papua. Menurutnya, OPM juga melarang pilot asing terbang serta bekerja di wilayah itu.
Sejumlah negara seperti Selandia Baru, Australia, Amerika Serikat, Inggris, Prancis, China, dan Rusia juga diminta menyetop kerja sama militer dengan RI.
Dalam video lainnya, Philip Mehrtens, mengirim pesan mengharukan untuk menegarkan keluarganya, setelah sebulan lebih dalam penyanderaan OPM. Dilansir dari Reuters, Mehrtens meminta kepada keluarganya untuk tidak khawatir. Sebab dia dirawat dengan baik selama berada di bawah sandera.
“Jangan mengkhawatirkan aku, aku dirawat sebaik mungkin mengingat situasi ini,” kata Mehrtens seperti dikutip Reuters, Jumat (10/3). Dia kemudian melanjutkan, “Semoga kita bisa segera berkumpul kembali.”
Pemerintah Indonesia sudah berupaya menyelamatkan pilot asal Selandia Baru tersebut. RI menggunakan jalur diplomasi untuk membebaskan Mehrtens.
Ketua Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz 2023 Kombes Faizal Ramadani mengatakan pihaknya masih terus melakukan pendekatan lunak melalui negosiasi kepada tokoh masyarakat dan adat setempat.
Sejumlah negara seperti Selandia Baru, Australia, Amerika Serikat, Inggris, Prancis, China, dan Rusia juga diminta menyetop kerja sama militer dengan RI. (lna)

Leave a Reply