JoSS, BATANG – Wakil Ketua DPRD Provinsi Jateng Ferry Wawan Cahyono mengatakan DPRD Provinsi Jateng terus mendorong pertumbuhan pusat kegiatan perekonomian di wilayah pantura barat yaitu Petanglong (Kota Pekalongan–Batang–Kabupaten Pekalongan) dan Bregasmalang (Brebes–Kota/ Kabupaten Tegal–Pemalang).
Hal itu disampaikan politikus Golkar ini dalam dalam acara Musrenbangwil Petanglong Bregasmalang di Pendopo Kabupaten Batang, Rabu (15/3/2023), sebagaimana dikutip dari dprd.jatengprov.go.id.
Ferry menambahkan DPRD juga terus mendorong penurunan angka kemiskinan lewat strategi penurunan angka stunting dan kegiatan UMKM. Selain itu, mendorong terciptanya konektivitas yang lebih baik antara satu kota dengan kota yang lain dan antara satu daerah dengan daerah lainnya.
“Hal itu akan mempercepat tumbuhnya jalur-jalur pertumbuhan ekonomi maupun distribusinya. Maka, nanti kita akan mempercepat peningkatan kemajuan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ungkap Anggota Fraksi Golkar DPRD Provinsi Jateng itu.
Ia menambahkan infrastruktur pendukung secara keseluruhan perlu kepastian. Mengingat, cuaca yang cukup ekstrim mengakibatkan kerusakan jalan dengan skalanya lebih tinggi. Untuk itu, perlu percepatan guna mendorong perekonomian masyarakat.
Dalam acara yang diselenggarakan di Pendopo Kabupaten Batang itu, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menampung aspirasi dari bupati dan walikota serta masyarakat, yang hadir langsung maupun melalui daring.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, mengajukan tiga usulan prioritas program pembangunan untuk mendukung pariwisata dan ekonomi di daerah senilai Rp16 miliar kepada Gubernur Jateng.
Penjabat Bupati Batang Lani Dwi Rejeki di Batang, Rabu, mengatakan bahwa tiga usulan itu adalah perbaikan jalan Bandar menuju Gerlang yang menghubungkan Kabupaten Banjarnegara senilai Rp9 miliar, penerangan jalan Deles Pranten Rp4 miliar, dan pembangunan bendung di Kecamatan Tersono Rp3 miliar.
“Usulan kita memang untuk pembangunan di wilayah selatan atau daerah atas Kabupaten Batang. Usulan itu diharapkan membawa manfaat daerah sekitar agar ada konektivitas Batang dengan Banjarnegara,” katanya
Pada acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan Wilayah (Musrenbangwil), dia menyampaikan jika usulan itu direalisasikan maka dipastikan akan berdampak pada peningkatan ekonomi daerah karena bendungan itu nantinya bisa dijadikan sarana untuk ketahanan pangan.
“Adapun akses jalan dan penerangan jalan umum (PJU) untuk akses ekonomi, pertanian, perkebunan, dan wisata,” katanya.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan usulan yang disampaikan kepala daerah harus bisa dikerjasamakan dengan program nasional, provinsi, kabupaten/kota agar terjadi harmonisasi.
“Namun demikian, kita juga mesti mendengarkan suara masyarakat dan setiap daerah ternyata juga punya upaya untuk tumbuh,” kata Ganjar Pranowo.
Pada kesempatan itu, Ganjar juga mendengarkan usulan-usulan yang disampaikan kepala desa dan masyarakat melalui virtual.
Menurutnya, perlu adanya kerja sama yang harmonis antara program nasional, provinsi dan kabupaten/kota di wilayah eks-Keresidenan Pekalongan sebagai upaya membangkitkan ekonomi di daerah.
“Sebenarnya kita mendorong agar daerah bisa bertahan hidup (survive), bagaimana ekonomi bisa bangkit, dan apa yang menjadi keunggulan daerah,” kata Ganjar, seperti dilansir dari Antara.
Menurut dia, usulan dari berbagai daerah juga harus dikerjasamakan dengan program nasional, provinsi, kabupaten dan kota sehingga ada harmonisasi.
Namun demikian, Ganjar Pranowo mengingatkan pemerintah daerah harus tetap berpedoman pada suara dan masukan dari masyarakat.
Ia mengatakan pihaknya membutuhkan kerja sama agar bisa seiring dalam menjalankan program nasional, provinsi, dan daerah supaya tetap satu garis. (lna)

Leave a Reply