BPJT Rilis Tarif Tol ‘Atlantis’ Semarang – Demak Yang Baru Diresmikan

Tol Semarang - Demak
Tol Semarang Demak (Dok. PUPR)

JoSS, SEMARANG – Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) merilis tarif tol ‘Atlantis’ sebutan untuk Jalan Tol Semarang – Demak seksi 2 Ruas Sayung-Demak yang telah diresmikan  Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 25 Februari 2023, mulai beroperasi penuh Selasa (28 Februari 2023) pukul 00.00 WIB.

Dijuluki tol ‘Atlantis, sebab jalan tol tersebut seperti berada di atas laut karena harus melewati jalur banjir rob yang selalu menimpa sebagian wilayah Semarang dan Demak. Dikenal istilah fenomena ‘Atlantis’ alias tanah ‘musnah’ akibat terendam air laut.

Jalan tol Semarang-Demak terbagi dalam dua seksi. Untuk seksi 1 ruas Kaligawe Semarang-Sayung Demak sepanjang 10,39 kilometer (km). Seksi 2 ruas Sayung-Kadilangu Demak memiliki panjang 16,01 km.

Mengutip situs resmi Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), keberadaan tol ini akan memangkas waktu tempuh Demak – Semarang dari sebelumnya 45 menit hingga 1 jam akibat kemacetan jalan nasional, kini jadi cuma 20-an menit.

Lalu berapa tarif yang harus dibayar pengendara jika ingin melintas lewat tol ini?

“Besaran tarif per golongan telah ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) No 263/KPTS/M/2023 tentang penetapan Golongan Jenis Kendaraan Bermotor dan Besaran Tarif pada Jalan Tol Semarang-Demak Seksi 2,” demikian keterangan BPJT dikutip Rabu (1/3/2023).

“Pengendara wajib menyiapkan kartu uang elektronik (e-Toll) dengan saldo yang terisi cukup sesuai dengan tujuan berkendara dari Sayung menuju Demak maupun arah sebaliknya,” tambah BPJT.

Berikut rincian tarif tol Semarang-Demak seksi 2:

– kendaraan golongan 1: Rp 19.000
– kendaraan golongan 2 dan 3: Rp 28.500
– kendaraan golongan 4 dan 5: Rp 38.500.

Seperti diketahui, jalan tol Semarang-Demak ini juga dijuluki ‘Jalan Tol Atlantis’. Karena posisinya yang membelah jalur banjir rob yang selama ini selalau menimpa Semarang bagian Utara.

Keberadaan tol ini diharapkan tak hanya efektif untuk mengurai kemacetan di jalur Pantura.

Tapi, juga bisa jadi tanggul laut dan mengurangi banijir rob yang sering melanda Semarang bagian utara. Terlebih dengan terbangunnya tanggul hingga 7 lapis timbunan dan beroperasinya Rumah Pompa pada Kolam Retensi Terboyo dan Sriwulan.

“Kehadiran Jalan Tol Semarang-Demak penting untuk mengatasi berbagai masalah transportasi yang ada di daerah tersebut akibat sering terendamnya jalan nasional Pantura (Kaligawe-Sayung) disebabkan banjir rob dan menyebabkan kemacetan lalu lintas di jalan nasional Pantura terutama Kaligawe dan Terboyo. Hingga memicu kerugian ekonomi akibat terganggunya kegiatan logistik pada Kawasan Industri,” tulis BPJT.

Seksi 1

Sementara itu, untuk proses pembangunan seksi I hingga saat ini masih dalam upaya pembebasan lahan. Dan, kini pemerintah pun telah memutuskan langkah yang akan ditempuh untuk proses pembebasan lahan tersebut.

“Pembangunan seksi I Semarang-Sayung sepanjang 10,39 km sedang dalam proses pembebasan lahan yang diperlakukan seperti tanah biasa,” demikian mengutip unggahan akun Twitter resmi Kementerian PUPR, Rabu (28/2/2023).

“Tanah yang diganti akan tetap dibayarkan sesuai hasil appraisal dari Kementerian ATR/BPN, tidak lagi menggunakan pendekatan tanah musnah,” sebut Kementerian PUPR. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*