
BAYI Muhammad Kenzie Alfaro berusia 16 bulan memiliki bobot yang tidak biasa yakni 27 kilogram. Ternyata, bayi yang mengalami obesitas ini biasa diberi susu kental manis (SKM) oleh orang tuanya.
Dilansir dari detikcom, keluarga yang tinggal di daerah Tambun, Kabupaten Bekasi ini mengakui, Kenzie biasa diberi creamer atau susu kental manis.
“(Dikasih) SKM. Sebenarnya nggak boleh memang buat anak umur segini. Habisnya waktu itu udah nggak kerja. Anak sekolah 2, yang satu SMK yang satu TK. Dia juga nyusu,” kata sang ibu Kenzie, Pitriah.
Pitriah terpaksa memberi asupan kental manis karena kondisi keuangan keluarganya yang terbatas. Suaminya hanya pekerja serabutan di empang sementara dia juga perlu membiayai dua kakak Kenzie yang masih bersekolah. “Bapaknya kan gajinya begitu. Dapat per hariannya RP 50 ribu, serabutan,” tuturnya.
Sejak lahir, Kenzie belum pernah diberi air susu ibu (ASI) lantaran Pitriah memiliki penyakit sehingga ASI-nya tidak bisa keluar. Riwayat pengobatan batu ginjal yang diidap Pitriah sejak kehamilan Kenzie membuat ASI-nya seret.
Obesitas yang dialami Kenzie juga membuat pertumbuhannya tidak sama seperti anak lainnya. Di usianya, Kenzie belum bisa merangkak dan berjalan.
Bayi 16 bulan yang mengalami kelebihan berat badan atau obesitas bernama Muhammad Kenzie Alfaro di Kabupaten Bekasi sudah didatangi puskesmas untuk melakukan pemeriksaan.
Diceritakan Pitriah, sang bunda, pihak Puskesmas mendatangi kediamannya karena anaknya tersebut sudah lama tidak melakukan kontrol karena orang tuanya tidak kuat menggendong untuk membawa ke posyandu.
Setelah melakukan pengecekan, pihak puskesmas merujuk untuk melakukan pemeriksaan ke dokter anak. Pitriah lalu membawa Kenzie ke RS Ananda Babelan.
“Pas ketemu, diperiksa-periksa, saya dibikinin surat rujukan itu, yang saya mau pergi hari Jumat,” kata Pitriah, sang ibu, saat ditemui detikcom di kediamannya, Selasa (21/2/2023).
Obesitas yang dialami Kenzie juga membuat pertumbuhannya tidak sama seperti anak lainnya. Di usianya, Kenzie belum bisa merangkak dan berjalan.
“Kalau bisa ada yang bantu, bantu tukar susunya gitu. Bantu buat pengobatan juga, harapan saya. Saya pengen kayak anak biasa, normal gitu,” ucap Pitriah.
Dalam kesempatan terpisah, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat pada Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi Supriadinata mengatakan Kenzie sudah berada dalam pengawasan Dinkes untuk selanjutnya dilakukan penanganan.
Disebutkan Supriadinata, orang tua Kenzie sempat datang ke Posyandu Setyamulya di Desa Pusaka Rakyat pada Desember 2022 kemudian menjalani pemeriksaan oleh petugas kesehatan. Pihak bidan desa dan petugas Tenaga Pelaksana Gizi juga mulai rutin melakukan kontrol ke rumah bocah itu.
Kenzie sempat dibawa ke Puskesmas Setiamulya pada Desember 2022 untuk mendapatkan surat rujukan.
“Sesampainya di sana, dilakukan pemeriksaan oleh dokter kemudian dirujuk ke RS Ananda Babelan untuk ditangani lebih lanjut,” papar Supriatna, dikutip dari Antara. (lna)

Leave a Reply