
JoSS, KAJEN – Badan Pengawas Pemilihan Umum ( Bawaslu ) Kabupaten Pekalongan mengerahkan semua jajarannya untuk mengawasi verifikasi faktual ( Verfak ) dukungan pencalonan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) yang telah dimulai sejak 16 Februari 2023.
Mengutip dari pekalongankab,bawaslu,go,id salah seorang anggota Bawaslu Kabupaten Pekalongan, Wahyudi Sutrisno. Pada hari pertama, tanggal 16 Februari 2023, ia ikut melakukan pengawalan di Wringin Agung Kecamatan Doro untuk dukungan bakal calon anggota DPD bernama Taj Yasin.
Wahyudi menuturkan, Komisi Pemilihan Umum (KPU) sudah melakukan verifikasi faktual pertama untuk dukungan calon anggota DPD. Bawaslu Kabupaten Pekalongan juga telah menurunkan semua jajarannya untuk mengawal proses tersebut.
Lebih lanjut, Wahyudi menjelaskan, dari hasil verifikasi faktual ditemukan nama pendukung tersebut benar merupakan pendukung bakal calon anggota DPD bersangkutan.
Di pagi hari kedua, Verfak berlangsung di Desa Bulakpelem dan Tegalontar, Kecamatan Sragi. Berlanjut di wilayah lain pada sore harinya.
Adapun metode Verfak yang dipakai berbeda dengan hari pertama, yaitu tidak lagi mendatangi orang per orang, melainkan dengan mengumpulkan pendukung calon DPD dalam satu lokasi seperti di Desa Bulakpelem.
Namun, metode berbeda dilakukan di Desa Tegalontar. Yaitu dengan video call, sebab calon DPD bersangkutan tidak berada di tempat.
“Metodenya agak berbeda, kalau kemarin kami mengawasi pelaksanaan Vervak dengan mendatangi masyakarat pendukung, hari ini di Kecamatan Sragi dikumpulkan para pendukung tersebut di rumah salah satu tim anggota DPD tersebut,” ujar Wahyudi.
Kordiv Hukum dan Penyelesaian Sengketa itu juga mengungkapkan, jadwal Verfak mundur karena menunggu data sampel Verfak turun. Terdapat 10 bakal calon anggota DPD Kabupaten Pekalongan, tetapi baru empat sampel yang turun. Perlu diketahui, Awalnya proses Verfak diagendakan tanggal 6 Februari 2023. Namun, baru dimulai dari tanggal 16 Februari 2023 hingga 26 Februari 2023.
Sebelumnya, KPU dan LO telah sepakat untuk akan memulai Verfak dengan data sampel yang ada. Ini dilakukan untuk menjaga kelangsungan tahapan Verfak. Sebab, khawatir akan semua sampel turun di akhir-akhir, sehingga menganggu pelaksanaan Verfak. (djs)

Leave a Reply