Urus Sertifikasi Halal di Unwahas Gratis, Kuotanya Disediakan 1 Juta UMKM

Sertifikasi Halal Unwahas
Ilustrasi (joss)

JoSS, SEMARANG – Universitas Wahid Hasyim ( Unwahas ) Semarang melalui Pusat Kajian Halal berkomitmen melakukan pendampingan kepada pelaku Usaha Menengah Kecil Mikro (UMKM) di Jawa Tengah agar bisa memperoleh sertifikasi halal.

Melalui program program Sertifikasi Halal Gratis (Sehati) dari Kemenag yang telah dibuka sejak 2023, disiapkan kuota sebanyak satu juta. Hal itu terungkap dalam dalam Kuliah Umum Akselerasi Sertifikasi Halal dalam Peningkatan Daya Saing UMKM di Aula Fakultas Kedokteran Unwahas, Semarang, Rabu (22/2/2023).

trainer manajemen Dr Cuk Jaka Purwanggono ST MM mengungkapkan Mengurus Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) dan Sertifikasi Halal masih menjadi hal yang sulit dan enggan dilakukan oleh banyak pelaku UMKM. Hal itu menyebabkan hampir 90 persen pelaku UMKM yang didampinginya tidak memiliki sertifikat halal.

Dosen Unwahas ini menyebut, mengurus sertifikasi halal sebenarnya tak sesulit yang dibayangkan karena pemerintah telah membuka kran lewat website. Namun, ia tak menampik adanya tantangan yang dihadapi, yakni kemampuan SDM pelaku usaha yang beragam.

‘’Hampir 90 persen pelaku UMKM yang kami dampingi, usahanya tak memiliki Surat Izin Berusaha dan tak melengkapi dengan sertifikasi halal. Mereka lebih fokus pada mencari modal dan bisnis kuliner yang digeluti,’’ kata Cuk.

Menurut Cuk, mulai 2021 hingga 2023, status halal menjadi penentu daya konsumsi bagi masyarakat muslim Indonesia. Dia menyebut, dalam mengurus sertifikasi halal tak sesulit yang dibayangkan karena Pemerintah telah membuka kran lewat website.

Pembicara lainnya yakni Ketua Pusat Kajian Halal Unwahas, Dewi Hastuti mengatakan program Sertifikasi Halal Gratis (Sehati) dari Kemenag telah dibuka sejak 2023 dengan kuota sebanyak satu juta.

Dia bersyukur Unwahas mendapat kepercayaan dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama untuk mendampingi pelaku UMKM meraih sertifikasi itu. ’Ayo, mari Ibu Bapak pelaku UMKM untuk meraih kesempatan ini. Jangan ragu, karena ada Sehati yang cuma-cuma. Kami dari Unwahas siap membantu untuk melakukan pendampingan,’’ kata Dewi.

Acara yang digagas Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unwahas dan PWI Jateng dalam rangkaian Hari Pers Nasional 2023 tersebut juga menghadirkan Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu atau yang akrab disapa Ita.  Dalam kesempatan itu, Ita menyambut baik insiatif Unwahas yang turut membantu kesulitan pelaku usaha.

“Pemkot Semarang bisa berkolaborasi dengan perguruan tinggi dan media untuk memacu pengembangan UMKM. Kami tak mungkin bergerak sendiri, diperlukan konsep gerakan bersama dengan perguruan tinggi dan media yang turut mempromosikan,’’ kata Ita.

Sementara itu Ketua PWI Jateng, Amir Machmud NS mengatakan, kemitraan dengan Unwahas mengandung satu visi bahwa PWI ingin membangun performa sebagai bagian dari kaum intelektual dan kaum akademisi.

“Kami ingin memberikan kontribusi atau kolaborasi yang nyata misalnya yang kami gagas bersama Unwahas adalah sertifikasi halal UMKM.  Apalagi Bu Ita sudah mengajak untuk bergerak bersama, dan kami siap menyambut ajakan itu,’’ ujarnya.

Sementara itu Amelia Wallad SSks, pelaku UMKM Dapur Sang Diva mengatakan awalnya dirinya sempat ragu dengan biaya pengurusan SIUP dan sertifikasi halal melalui calo yang besarnya lumayan.

Namun setelah dibimbing oleh tim dari Pusat Kajian Halal dirinya bisa melewati semua proses administrasi dengan lancar.

Kuliah tersebut juga dihadiri Rektor Unwahas Prof Dr KH Mudzakir Ali MA, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Dr Hasan SE MSc, Kaprodi Manajemen Ratih Pratiwi SPd, Sekretaris Dewan Kehormatan Provinsi PWI Jateng Sosiawan, serta dosen dan ratusan mahasiswa dari kampus tersebut.

Dalam acara itu, Unwahas juga secara simbolis menyerahkan sertifikasi halal produk pada 20 pelaku UMKM yang didampinginya.

Dalam sambutannya, Rektor Unwahas Prof KH Mudzakkir Ali menyampaikan makanan halal menjadi kebutuhan seluruh umat manusia, bukan hanya yang muslim.

Maka kuliah umum ini menjadi tanggung jawab kemanusiaan kampusnya dalam ikut mewujudkan produk halal. Dia juga berterima kasih kepada PWI Jateng atas kepercayaan dan dukungannya dalam menggelar diskusi ini. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*