JoSS, CALIFORNIA – Platform transfer uang online PayPal (PayPal Holdings Inc. atau PYPL.O) mengumumkan bakal memutus hubungan kerja ( PHK ) terhadap 2.000 karyawannya. Jumlah tersebut setara dengan 7 persen dari seluruh pekerja perusahaan yang berbasis di Kota San Jose, California, Amerika Serikat ini.
Melalui situs resminya, CEO PayPal Dan Schulman mengatakan, PHK bakal dilakukan dalam beberapa pekan mendatang. Perusahaan juga telah berkomitmen untuk memberikan hak-hak karyawannya. Berikut poin-poin terkait pemutusan hubungan kerja karyawan PayPal:
- Perusahaan bakal tetap membayar hak karyawan
Schulman memastikan, bagi karyawan PayPal yang terkena PHK, Schulman memastikan perusahaan bakal membayar hak mereka.
Selain itu, Schulman menjanjikan pesangon dan benefit lainnya, serta akan memberikan konsultasi dan dukungan lain apabila dibutuhkan para karyawan terdampak.
“PHK ini terjadi imbas lingkungan ekonomi makro yang menantang,” kata Schulman melalui keterangan tertulisnya.
Lebih lanjut, ia mengatakan perusahaan harus terus berubah saat dunia, pelanggan PayPal, dan lanskap persaingan berkembang.
- Dilatarbelakangi inflasi dan membatasi biaya operasional
Schulman mengatakan langkah PayPal mengurangi jumlah pekerjanya ini juga sejalan untuk membatasi biaya operasional.
Latar belakang inflasi tinggi selama puluhan tahun yang memukul daya beli konsumen menjadi alasan, serta PayPal harus bersaing dengan ancaman resesi yang membayangi.
- Kehilangan sekitar 60 persen nilai saham
Saham PayPal tercatat kehilangan sekitar 60 persen nilainya pada tahun lalu. Namun, naik sekitar 2 persen dalam perdagangan pada Selasa, 31 Januari 2023.
“Serupa dengan perusahaan teknologi lainnya, PayPal berusaha memposisikan dirinya secara finansial dan strategis, bersiap menghadapi perlambatan ekonomi,” kata Analis di Wedbush Moshe Katri, dikutip dari Reuters.
Sementara itu, ketua dan anggota pengelola di perusahaan investasi Great Hill Capital Thomas Hayes mengatakan, “pekerjaan teknologi yang berlebihan selama pandemi dan merasionalisasi staf selama periode lunak akan membantu mereka mempertahankan margin saat kondisi pulih.”
Pada November 2022, PayPal telah memangkas perkiraan pertumbuhan pendapatan tahunannya untuk mengantisipasi penurunan ekonomi yang lebih luas dan mengatakan tidak mengharapkan banyak pertumbuhan dalam bisnis e-commerce Amerika Serikat di kuartal liburan. Eksekutif di perusahaan mengatakan pada saat itu bahwa lingkungan makro yang menantang dan tren e-commerce yang melambat mendorong untuk berhati-hati dengan perkiraan.
Sebelumnya, beberapa perusahaan teknologi juga melakukan PHK terhadap karyawannya. Perusahaan induk Google, Alphabet Inc, mengatakan akan melakukan PHK pada sekitar 12 ribu karyawan karena menghadapi sebuah kesulitan ekonomi. Beberapa perusahaan teknologi, seperti Amazon.com, Inc, Microsoft Corp, dan Meta Platforms Inc juga melakukan hal serupa. (lna)

Leave a Reply