MinyaKita Langka di Pasaran, Polda Jateng Curiga Ada Penimbunan Jelang Puasa

Minyakita Langka
Foto: Tangkapan layar YouTube Kementerian Perdagangan.

JoSS, SEMARANG – Ditreskrimsus Polda Jateng mencurigai adanya oknum yang melakukan penimbunan minyak goreng bersubsidi merek Minyakita yang kini langka di pasaran. Minyak goreng yang dibanderol Rp14.000 per liter itu, menghilang dari pasaran sekitar dua bulan sebelum puasa.

Kecurigaan adanya penimbunan distribusi Minyakita itu muncul dari Kasubdit Indaksi Ditreskrimsus Polda Jateng, AKBP Rosyid Hartanto. Rosyid mengaku berdasarkan pantauan personelnya diketahui fakta bahwa PT Best, selaku produsen Minyakita di Semarang saat ini masih memproduksi minyak bersubsidi itu dalam jumlah besar, yakni 1.300 ton setiap bulannya.

Kendati demikian, stok Minyakita di sejumlah daerah di Jateng, tak terkecuali Kota Semarang terbilang langka. Bahkan di pasar-pasar tradisional di Semarang seperti Pasar Peterongan, Pasar Kedungmundu, Pasar Karangayu, dan Pasar Johar, mulai sulit ditemukan Minyakita.

“Jika melihat bahwa pembuatnya masih memproduksi dalam jumlah sebesar itu, seharusnya tidak ada stok kosong dan kelangkaan di wilayah Jateng. Tapi dengan fakta ada barangnya namun ternyata langka, Kemendag [Kementerian Perdagangan] menduga ada penyimpangan pada proses distribusi,” ujar Rosyid, Jumat (3/2/2023).

Rosyid pun mengaku saat ini pihaknya mulai gencar melakukan pengawasan distribusi Minyakita di pasar. Hal ini menyusul adanya kekhawatiran praktik penimbunan minyak goreng bersubsidi itu di tengah tingginya permintaan konsumen.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Arief Sambodo, membenarkan jika stok Minyakita di hampir seluruh wilayah Jateng kosong atau langka. Menurut Arief, kelangkaan itu disebabkan adanya disparitas antara produksi dan permintaan pasar.

“Enggak cuma Jawa Tengah saja tapi semua daerah Indonesia. Dari pihak Kemendag juga sudah memberi arahan kalau masyarakat yang mengalami kelangkaan Minyakita sebaiknya beralih memakai minyak curah,” kata Arief, seperti dilansir dari solopos.com.

Arief juga mengatakan, berdasarkan pantauan pihaknya di semua pasar tradisional, kekosongan terjadi pada stok Minyakita. Sementara untuk minyak curah masih tersedia dengan jumlah melimpah. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*