Menilik The Mukaab Yang Dinilai Mirip Ka’bah, Mega Proyek Pangeran MBS Untuk Wajah Baru Riyadh

The mukaab riyadh ka'bah baru
The Mukaab (ummid.com)

JoSS, RIYADH – Pangeran Mohammed Bin Salman (MBS) membangun pusat kota modern terbesar di dunia di ibu kota Riyadh, Sejumlah mega proyek didirikan di antaranya The Mukaab yang kontroversial karena dinilai menyerupai Ka’bah.

Dalam beberapa waktu terakhir, Arab Saudi telah membuat perubahan radikal guna merubah citra konservatif demi mewujudkan Visi Saudi 2030. Kebijakan ini merupakan usaha Saudi Arabia untuk mengurangi ketergantungan terhadap minyak dan menggantinya dengan sektor pariwisata.

Proyek awal telah disahkan Putra Mahkota dan Perdana Menteri (PM) Arab Saudi, Mohammad bin Salman bin Abdulaziz (MBS) pada Kamis akhir pekan lalu.

Proyek besar itu terletak di antara jalan Raja Salman dan Raja Khalid di barat laut Riyadh dan ditarget selesai pada tahun 2030.

Dalam pernyataan resmi, Saudi menyatakan, The Mukaab akan menarik pengunjung dari mancanegara. Gedung ini menjadi bagian dari proyek The New Muraba Development Company yang didukung Dana Investasi Publik (PIF) Arab Saudi.

“Pusat kota modern terbesar di dunia. Inilah wajah baru Riyadh,” tulis New Muraba di situs resmi mereka.

Proyek ini sempat dikritik sejumlah kalangan karena bentuknya yang dikaitkan dengan Ka’bah bahkan disindir sebagai upaya pendirian “Ka’bah” baru. Berikut fakta terkait pembangunan The Mukaab;

1.Berada di dalam area seluas 19 km persegi

The Mukaab merupakan bagian dari proyek terbaru kota modern terbesar di dunia yang terletak di ibu kota Riyadh.

Mengutip Saudi Press Agency (SPA), pembangunan akan dimulai di area seluas 19 km persegi. Proyek ini diprediksi akan menawarkan lebih dari 25 juta meter persegi luas lantai.

2. Memiliki panjang dan tinggi 400 meter

Digadang menjadi gedung pencakar langit baru kota Riyadh, The Mukaab akan memiliki ketinggian 400 meter dengan panjang setiap sisinya 400 meter.

Gedung berbentuk kubus itu juga akan ditutup dengan fasad yang berbentuk segitiga tumpang tindih. Gedung ini terinspirasi gaya arsitektur di wilayah Najd.

3. Besar bangunan The Mukaab disebut setara dengan 20 istana

Dalam pernyataan resmi, Saudi mengklaim The Mukaab cukup besar untuk bisa membangun 20 bangunan istana di dalamnya.

4. The Mukaab akan Berisi Hunian, Hotel, Museum, Bioskop, Galeri, dan sebagainya

Dilansir dari pernyataan resmi, The Mukaab akan menyediakan berbagai macam hal, seperti industri hiburan, perumahan, hotel, museum, bioskop, galeri, tempat rekreasi, dan lainnya.

Bangunan The Mukaab sendiri terdiri dari 104.000 unit hunian, 9.000 kamar hotel, dan lebih dari 980.000 meter persegi ruang ritel.

Ada pun 1,4 juta meter persegi ruang kantor, 620.000 meter persegi aset rekreasi, serta 1,8 juta meter persegi ruang fasilitas komunitas.

5. Struktur Bangunan yang Megah

Tak hanya berbentuk kubus, bagian dalam The Mukaab dibangun bangunan menjulang tinggi dengan arsitektur yang megah dan memukau.

Sebuah menara akan berdiri tegak di atas landasan spiral. Di sekitar bangunan tersebut, terdapat lantai seluas 2 juta meter persegi yang akan menjadi perhotelan premium, termasuk atraksi ritel, budaya dan wisata.

6. Menjadi Bangunan dengan Teknologi Digital Virtual dan Hologram

Video ilustrasi The Mukaab yang dirilis beberapa waktu lalu juga menunjukkan kehebatan teknologi yang akan dipakai dalam bangunan tersebut.

Teknologi digital virtual dan virtual holografi akan digunakan untuk mempercantik bangunan dan menjadi suatu pengalaman baru.

“Salah satu yang menarik dari pengembangan ini adalah struktur Mukaab, yang digambarkan sebagai tujuan imersif pertama di dunia yang menawarkan pengalaman yang diciptakan oleh teknologi digital dan virtual dengan holografi terbaru,” tulis Business Traveler.

“Bentuk kubik Mukaab akan terinspirasi oleh gaya arsitektur Najdi modern, yang juga digunakan dalam pengembangan proyek giga Diriyah di Riyadh,” tambahnya.

7. Menciptakan 334 Ribu Lapangan Kerja dan Pemasukan 728 Triliun

Proyek ini diprediksi akan menciptakan 334 ribu lapangan pekerjaan baik pekerjaan langsung maupun tak langsung.

Proyek ini juga diharapkan dapat menggaet wisatawan mancanegara, serta mendatangkan pemasukan sebesar 180 miliar riyal atau sekitar Rp728 triliun, demikian dikutip Middle East Eye. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*