JoSS, TURKI – Sepekan setelah gempa dahsyat yang mengguncang Turki dan Suriah pada Senin 6 Februari lalu, jumlah korban meninggal dunia yang telah dievakuasi mencapai 33 ribu orang. PBB memprediksikan jumlah korban jiwa akibat gempa diperkirakan lebih dari 50 ribu orang, mengingat masih banyak tertimbun di reruntuhan.
Kepala Penanganan Bencana PBB Martin Griffiths mengatakan korban gempa yang tewas akan “berlipat ganda atau lebih” dari jumlah korban terkini.
Saat tiba di kota Kahramanmaras, pusat gempa 7,8 skala Richter, pada Sabtu (11/2), Martin mengaku pihaknya belum benar-benar menghitung jumlah korban tewas. Menurut pejabat dan petugas medis, korban tewas lebih banyak di Turki.
PBB juga menemukan fakta korban selamat harus berhadapan dengan cuaca dingin. PBB menyebut setidaknya 870 ribu orang sangat memerlukan makanan hangat baik di Turki maupun Suriah. Setidaknya sebanyak 5,3 juta orang di Suriah kemungkinan telah kehilangan tempat tinggal.
Di tengah jumlah korban jiwa yang terus bertambah, PBB mengakui kesulitan mengirimkan bantuan gempa ke wilayah konflik di Suriah.
Bantuan kemanusiaan dari PBB yang akan menuju barat laut Suriah telah tiba di Turki, namun Kepala Penanganan Bencana PBB Martin Griffiths mengatakan bantuan itu masih kurang karena jutaan orang yang rumahnya hancur masih membutuhkan.
“Sejauh ini kami telah mengecewakan para warga di barat laut Suriah. Mereka saat ini merasa ditinggalkan, menanti bantuan internasional yang tak kunjung datang,” tutur Griffiths seperti dilansir dari AFP.
Sejumlah suplai bantuan berupa alat-alat kesehatan ke wilayah pemberontak yang melawan Presiden Suriah Bashjar Al-Ashad tersendat. Wilayah tersebut juga masih dalam sanksi oleh Amerika Serikat dan sekutunya.
Total sedikitnya 10 truk menuju barat laut Suriah melalui perbatasan di jalur Bab Al-Hawa, seperti dikutip dari AFP. Iring-iringan bantuan kemanusiaan itu membawa perlengkapan shelter termasuk lembaran plastik, tali, baut, paku, selimut tebal, matras, hingga karpet.
Bab Al-Hawa sejauh ini menjadi satu-satunya jalur yang memungkinkan dilalui bagi rombongan bantuan kemanusiaan dari internasional selama 12 tahun perang sipil. Sejumlah jalur ditutup setelah mendapat tekanan dari Rusia dan China.
Namun, Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan telah berdiskusi dengan Bashar Al-Assad untuk bantuan kemanusiaan di Suriah. WHO mengklaim Assad telah setuju membuka sejumlah perbatasan lagi demi pengiriman bantuan kemanusiaan menuju wilayah pemberontak.
“Dia (Assad) telah setuju untuk membuka jalur perbatasan lainnya untuk keperluan darurat,” kata Sekretaris Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus seperti dikutip dari AFP.
Sementara itu, Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah mengucurkan dana US$42,8 juta untuk mengatasi kebutuhan kesehatan darurat.
WHO menyebut setidaknya 26 juta orang terdampak gempa di Turki dan Suriah. PBB memperingatkan ada sekitar 870 ribu orang memerlukan makanan hangat di seluruh Turki dan Suriah.
Di Suriah saja, hingga 5,3 juta orang mungkin kehilangan tempat tinggal.
Pada Sabtu (11/2), WHO meluncurkan bantuan kilat sebesar US$42,8 juta untuk mengatasi kebutuhan kesehatan yang mendesak dan begitu banyak diperlukan. Akibat gempa, puluhan rumah sakit rusak.
Sekretaris Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mendarat di kota Aleppo dengan membawa peralatan medis darurat. Kota ini diguncang gempa pada Sabtu (11/2).
“Saya sedih melihat kondisi yang dihadapi para penyintas, cuaca beku dan akses yang sangat terbatas ke tempat berlindung, makanan, air, kehangatan, dan perawatan medis,” cuit Ghebreyesus via akun Twitternya.
Gempa di dunia negara membuat seluruh lapisan masyarakat bergerak. Badan bencana Turki mengatakan lebih dari 32 ribu orang dari organisasi Turki bekerja dalam upaya pencarian dan penyelamatan. Selain itu, ada 8.294 penyelamat internasional.
Di Gaziantep, Turki, restoran bersama puluhan ribu sukarelawan berupaya membantu dan memberi makan warga.
“Kami ingin membantu. Rekan kerja kami berada dalam situasi yang buruk. Keluarga mereka menjadi korban dan rumah mereka hancur,” kata Burhan Cagdas, pemilik restoran Imam Cagdas, seperti dilaporkan AFP.
Restoran telah menyajikan hingga empat ribu makanan gratis sehari di luar ruangan sejak gempa terjadi.(lna)

Leave a Reply