Komedian Nunung Srimulat Idap Kanker Payudara, Kenali Gejalanya

kanker payudara
Nunung Srimulat

KABAR menyedihkan datang dari Komedian Nunung Srimulat, artis lawak legendaris ini baru saja divonis menderita penyakit kanker payudara.

Sebelum terkena kanker payudara, istri Iyan Sambiran ini juga menceritakan bahwa dirinya menderita penyakit lain yang membuatnya harus cek darah setiap bulan

Munculnya penyakit baru ini membuat Nunung stres. Bahkan, perempuan asal Solo ini sampai menangis setiap hari. “Saya sedih, tapi saya enggak boleh marah. Saya cuma, ‘ya Allah, ujian apa lagi yang harus saya jalani?’ Tapi saya percaya Allah memberikan yang terbaik buat saya. Saya nggak boleh stres, karena stres ini yang bikin… nggak baik,” ujar komedian berusia 59 tahun ini dikutip dari kanal Youtube MOP Channel pada Rabu (1/2/2023).

Setelah divonis menderita kanker payudara, Nunung Srimulat pun memulangkan semua anak dan cucunya di Jakarta ke Solo dan meminta mereka untuk berusaha mencari nafkah sendiri. Diketahui, Nunung merupakan tulang punggung. Bahkan wanita 59 tahun ini harus membiayai 50 anggota keluarganya.

“Saya lagi fokus sama diri saya, makanya saya ngasih pengetahuan ke keluarga besar saya yang ada di Jakarta, saya pulangkan ke Solo semua. Aku minta sama mereka untuk sementara ini kalian mau enggak mau, bisa enggak bisa kalian harus usaha apalah, kalian harus ada pemasukan. Sekarang kan ada banyak cara jualan online-lah, jualan makanan,” tuturnya.

Setelah divonis mengidap kanker payudara, Nunung Srimulat langsung menjalani berbagai pemeriksaan untuk mengetahui jenis kanker payudara yang diderita dan sudah sejauh mana sel-sel berkembang.

Dia berharap kanker payudara yang diidapnya belum bermetastasis ke organ yang lainnya. “Kemarin biopsi, kalau hari ini ambil darah. Kemarin sih sudah foto kayak foto untuk paru-paru, untuk semuanya jadi sudah menyebar ke mana, mau dilihat. Mudah-mudahan sih enggak [nyebar],” tutur Nunung Srimulat sambil berharap.

Kanker payudara adalah tumor ganas yang tumbuh di dalam jaringan payudara. Kanker bisa mulai tumbuh di dalam kelenjar susu, saluran susu, jaringan lemak maupun jaringan ikat pada payudara. Di Indonesia, kanker payudara menjadi salah satu penyakit penyumbang kematian pertama yang disebabkan kanker serta jumlah pasiennya yang menempati urutan pertama terbanyak.

Pada tahun 2020, data dari Globocan yang dikutip dari Kementerian Kesehatan, mencatat jumlah kasus baru kanker payudara mencapai 68.858 kasus, atau sekitar 16,6% dari total 396.914 kasus baru kanker di Indonesia. Adapun jumlah kematiannya mencapai 22.000 lebih kasus. Diketahui sekitar 70% pasien dideteksi sudah di tahap lanjut.

Sama seperti jenis kanker lainnya, kanker payudara juga seringkali tidak menimbulkan gejala awal. Umumnya, perubahan pada payudara akan terdeteksi ketika melakukan pemeriksaan payudara rutin, baik pemeriksaan payudara sendiri (SADARI), maupun pemeriksaan payudara klinis (SADANIS).

Berikut ini sejumlah gejala awal kanker payudara seperti dikutip dari mitrakeluarga.com pada Rabu (1/2/2023):

– Muncul sebuah benjolan yang terasa berbeda dari jaringan payudara di sekitarnya. Biasanya, memiliki pinggiran tidak teratur dan tidak menimbulkan nyeri.

– Jika didorong oleh jari tangan, benjolan bisa digerakkan dengan mudah di bawah kulit.

– Benjolan atau massa juga bisa muncul di ketiak, sekitar tulang selangka atau di bawah lengan.

– Perubahan ukuran atau bentuk payudara

– Keluar cairan yang abnormal dari puting susu. Cairan juga bisa mengandung darah, berwarna kuning sampai hijau, atau bisa juga bernanah)

– Warna atau tekstur kulit pada payudara, puting susu maupun daerah berwarna coklat tua di sekeliling puting susu (areola) mengalami perubahan.

– Payudara tampak kemerahan

– Kulit sekitar puting bersisik

– Puting susu terasa gatal atau tertarik ke dalam.

– Nyeri payudara atau pembengkakan salah satu payudara.

Kendati demikian, memiliki satu atau lebih dari gejala-gejala ini tidak selalu berarti kamu mengidap kanker ini. Pasalnya, cairan dari puting juga bisa jadi dipicu oleh infeksi. Untuk itulah, menemui dokter supaya mendapatkan penanganan yang tepat merupakan langkah yang tepat.

Setelah mengetahui gejala awal, ketahui juga tanda saat kanker payudara yang sudah menyebar ke organ maka akan menimbulkan gejala tambahan, antara lain:

– Jika sudah menyebar ke paru-paru, gejala antara lain sesak napas, mengi, rasa tidak nyaman dan nyeri di paru-paru, serta batuk terus-menerus, berdarah dan berlendir.

– Jika sudah menyebar ke tulang, menimbulkan nyeri tulang yang persisten.

– Jika sudah menyebar ke hati, menimbulkan kulit menguning, gatal-gatal, dan pembengkakan perut. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*