Jangan Sembarangan Mencabut Bulu Hidung, Bisa Sebabkan Sinusitis Hingga Infeksi Parah

Mencabut Bulu Hidung
Ilustrasi mencabut bulu di didung (AndreyPopov/Getty Images)

BULU hidung memiliki peran penting dalam sistem pernapasan kita. Berperan sebagai filter, bulu hidung dapat mencegah debu dan alergen masuk ke paru-paru ketika manusia bernapas.

Namun keberadaannya sering dianggap mengganggu penampilan, sehingga tidak sedikit orang memilih untuk mencabutnya. Padahal terdapat bahaya mencabut bulu hidung sembarangan, mulai dari risiko infeksi hingga dampak buruk pada pernapasan.

Selain berperan sebagai filter, bulu tersebut juga berfungsi meningkatkan dan mempertahankan kelembaban di udara yang kamu hirup, khususnya untuk penderita asma dan alergi.

Hidung juga dipenuhi dengan rambut mikroskopis yang disebut silia. Fungsinya, membantu mendorong lendir dan kotoran lainnya menjauh dari paru-paru.

Sebenarnya boleh saja bulu, dirapikan apabila sudah mulai panjang. Akan tetapi, sebaiknya dilakukan dengan cara yang benar dan aman, misalnya dengan cara trimming atau menggunting di bagian ujung rambutnya saja.

Sebab, jika menggunting sampai habis atau bahkan mencabutnya hanya akan memunculkan risiko kesehatan seperti berikut ini:

1. Rambut tumbuh ke dalam
Dilansir dari laman Cleveland Clinic, mencabut bulu di hidung dapat menyebabkan rambut tumbuh ke dalam (ingrown nose hair). Ditambahkan Healthline, gejala umum bulu tumbuh ke dalam meliputi pembentukan benjolan seperti jerawat atau bisul, iritasi, nyeri, dan gatal.

2. Infeksi hidung
Mencabut bulu hidung juga dapat menyebabkan infeksi atau vestibulitis hidung. Infeksi ini diakibatkan oleh bakteri Staphylococcus.

Selain mencabut bulu, infeksi dapat disebabkan juga oleh mengupil, tindik hidung, dan meniup hidup berlebihan yang menimbulkan luka.

Gejala infeksi juga biasanya meliputi kemerahan di dalam dan luar area hidung, benjolan seperti jerawat, kerak di sekitar lubang hidung, dan rasa sakit.

3. Furunkulosis hidung

Bahaya mencabut bulu hidung juga menyebabkan timbulnya rasa sakit pada pangkal hidung.
Hal ini biasanya disebut dengan furunkulosis atau infeksi dalam pada folikel rambut di hidung. Infeksi ini biasanya menyebabkan nyeri, bengkak, dan kemerahan.

4. Meningkatkan risiko asma

Bulu hidung sangat berguna untuk mencegah asma karena fungsinya menghalangi debu dan alergen. Namun ketika mencabutnya terlalu banyak justru akan membawa banyak partikel melewati hidung dan masuk ke paru-paru sehingga meningkatkan risiko terkena asma.

Hal ini didukung dengan penelitian pada 2011 yang melihat hubungan antara kepadatan bulu dan perkembangan asma pada orang dengan alergi musiman.

Dari 233 peserta yang dibagi menjadi tiga kelompok berdasarkan jumlah rambut, peneliti menemukan peserta dengan bulu paling sedikit memiliki risiko lebih tinggi terkena asma.

5. Infeksi serius
Dilansir dari Times of India, wajah manusia memiliki area segitiga bahaya atau the danger triangle of the face yang meliputi hidung ke sudut mulut.

Di area ini terdapat saraf dan pembuluh darah yang terhubung langsung ke otak. Apabila terjadi infeksi maka bakteri atau virus akan dapat menyebar dengan cepat hingga ke pusat sistem saraf bahkan berisiko mengalami kelumpuhan.

Nah, mencabut bulu tersebut sama berbahayanya dan berisiko memindahkan infeksi dari pembuluh darah ke otak. Meskipun infeksi ini jarang terjadi, tetapi seseorang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah akan lebih rentan terhadapnya.

6. Sinusitis
Mencabut bulu hidung juga dapat menyebabkan sinusitis, dikutip dari Mirror. Kondisi ini memiliki gejala seperti sakit kepala, nyeri wajah, hidung meler dan hidung tersumbat.

7. Merusak kulit bagian dalam hidung
Mencabut bulu hidung tidak dianjurkan karena dapat menyebabkan kerusakan pada kulit bagian dalam hidung dan meninggalkan patogen. Hal inilah yang menyebabkan infeksi pada hidung.

Apabila memang bulu hidung sudah mulai panjang dan dirasa mengganggu penampilan, maka sebaiknya gunakan gunting khusus untuk memotong ujung bulu tersebut. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*