SEJUMLAH fenomena alam terjadi beberapa saat sebelum gempa dahsyat bermagnitudo 7,9 yang terjadi di Turki dan Suriah awal pekan ini. Entah kebetulan dan dikait-kaitkan atau alam sebetulnya telah memberikan firasat akan terjadinya suatu bencana.
Beberapa fenomena alam aneh dikabarkan terjadi di Turki sekitar sepekan sebelum munculnya gempa magnitudo 7,9 yang menewaskan ribuan orang itu. Dilansir dari laman Voxnews dan BBC, pada 20 Januari 2023, muncul fenomena awan tak lazim di Bursa, Turki.
Awan tersebut mirip UFO yang bergantung di atas awan dengan warna orange mencolok. Awan tersebut berbentuk oval dan seperti memiliki lubang di tengahnya. Fenomena itu sempat terekam oleh beberapa warga yang menyaksikannya.
Video dan gambar awan yang tampak aneh itu telah menyebar ke seluruh dunia. Ratusan pengguna media sosial mengatakan bahwa awan tersebut terlihat seperti UFO. Namun, Layanan Meteorologi negara Turki dilaporkan menjelaskan bahwa fenomena langka itu hanyalah “awan lenticular”.
Menurut The Guardian, awan lenticular dikenal karena penampilannya yang melengkung seperti piring terbang. Mereka biasanya ditemukan di ketinggian antara 2.000 dan 5.000 meter.
Selain itu, sesaat sebelum gempa, aktivitas burung yang sangat mencurigakan terlihat di area episentrum gempa. Menurut video yang beredar di jaringan, terlihat sekawanan besar burung gagak, yang terbang dalam lintasan yang tidak teratur di langit, dan juga berkumpul bersama di beberapa pohon di kota.
Gempa berkekuatan 7,8 pada Senin (6/2/2023), diikuti beberapa jam kemudian oleh gempa kedua yang hampir sama kuatnya, meruntuhkan ribuan bangunan termasuk rumah sakit, sekolah dan blok apartemen, melukai puluhan ribu orang, dan menyebabkan banyak orang kehilangan tempat tinggal di Turki dan Suriah bagian Utara.
Data terkini korban meninggal dunia akibat gempa di Turki dan Suriah kini tembus hingga 11.104 jiwa. Termasuk 2 Warga Negara Indonesia, seorang ibu dan anaknya yang berusia 1 tahun.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan melaporkan jumlah korban tewas di Turki telah mencapai 8.574 jiwa. Sebanyak 50 ribu orang dilaporkan mengalami luka-luka, demikian dilansir dari CNNIndonesia.
Sementara di Suriah, jumlah korban meninggal mencapai 2.530 jiwa. Angka tersebut meliputi wilayah Suriah di bawah kendali pemerintah maupun wilayah yang dikendalikan pemberontak.
Total korban jiwa ini pun sudah melampaui perkiraan Survei Geologi Amerika Serikat (United States Geological Survey/USGS). Lembaga itu sebelumnya memperkirakan korban tewas di Turki dan Suriah bisa mencapai 10 ribu orang. (lna)
Fenomena Alam Sebelum Gempa Turki, Awan Berbentuk UFO Hingga Kumpulan Burung Gagak
SEJUMLAH fenomena alam terjadi beberapa saat sebelum gempa dahsyat bermagnitudo 7,9 yang terjadi di Turki dan Suriah awal pekan ini. Entah kebetulan dan dikait-kaitkan atau alam sebetulnya telah memberikan firasat akan terjadinya suatu bencana.
Beberapa fenomena alam aneh dikabarkan terjadi di Turki sekitar sepekan sebelum munculnya gempa magnitudo 7,9 yang menewaskan ribuan orang itu. Dilansir dari laman Voxnews dan BBC, pada 20 Januari 2023, muncul fenomena awan tak lazim di Bursa, Turki.
Awan tersebut mirip UFO yang bergantung di atas awan dengan warna orange mencolok. Awan tersebut berbentuk oval dan seperti memiliki lubang di tengahnya. Fenomena itu sempat terekam oleh beberapa warga yang menyaksikannya.
Video dan gambar awan yang tampak aneh itu telah menyebar ke seluruh dunia. Ratusan pengguna media sosial mengatakan bahwa awan tersebut terlihat seperti UFO. Namun, Layanan Meteorologi negara Turki dilaporkan menjelaskan bahwa fenomena langka itu hanyalah “awan lenticular”.
Menurut The Guardian, awan lenticular dikenal karena penampilannya yang melengkung seperti piring terbang. Mereka biasanya ditemukan di ketinggian antara 2.000 dan 5.000 meter.
Selain itu, sesaat sebelum gempa, aktivitas burung yang sangat mencurigakan terlihat di area episentrum gempa. Menurut video yang beredar di jaringan, terlihat sekawanan besar burung gagak, yang terbang dalam lintasan yang tidak teratur di langit, dan juga berkumpul bersama di beberapa pohon di kota.
Gempa berkekuatan 7,8 pada Senin (6/2/2023), diikuti beberapa jam kemudian oleh gempa kedua yang hampir sama kuatnya, meruntuhkan ribuan bangunan termasuk rumah sakit, sekolah dan blok apartemen, melukai puluhan ribu orang, dan menyebabkan banyak orang kehilangan tempat tinggal di Turki dan Suriah bagian Utara.
Data terkini korban meninggal dunia akibat gempa di Turki dan Suriah kini tembus hingga 11.104 jiwa. Termasuk 2 Warga Negara Indonesia, seorang ibu dan anaknya yang berusia 1 tahun.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan melaporkan jumlah korban tewas di Turki telah mencapai 8.574 jiwa. Sebanyak 50 ribu orang dilaporkan mengalami luka-luka, demikian dilansir dari CNNIndonesia.
Sementara di Suriah, jumlah korban meninggal mencapai 2.530 jiwa. Angka tersebut meliputi wilayah Suriah di bawah kendali pemerintah maupun wilayah yang dikendalikan pemberontak.
Total korban jiwa ini pun sudah melampaui perkiraan Survei Geologi Amerika Serikat (United States Geological Survey/USGS). Lembaga itu sebelumnya memperkirakan korban tewas di Turki dan Suriah bisa mencapai 10 ribu orang. (lna)

Leave a Reply