JoSS, TURKI – Total korban meninggal dunia akibat gempa magnitudo 7,7 pada Senin (6/2/2023) yang mengguncang Turki-Suriah per Rabu (15/2) bertambah menjadi 41.132 orang. Dampak korban gempa turki – suriah ini, baik jumlah korban meninggal dunia, luka-luka hingga bangunan yang roboh merupakan yang terdahsyat di abad ini.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan korban meninggal dunia di negaranya kini tembus 35.418 orang, seperti dikutip dari Reuters. Sementara korban gempa di Suriah mencapai 5.714 orang. Jumlah itu termasuk korban tewas di wilayah-wilayah yang dikuasai pemberontak. Dengan demikian, jumlah korban gempa kedua negara menjadi 41.132 orang.
Para pakar menilai banyaknya korban yang berjatuhan lantaran pusat gempa berada di kedalaman dangkal, di area padat penduduk, dan terjadi saat malam hari ketika orang-orang terlelap.
Ketua Penanggulangan Bencana PBB, Martin Griffith, baru-baru ini memperkirakan korban tewas gempa Turki yang juga menerjang Suriah ini bisa mencapai lebih dari 50 ribu orang.
Hingga kini, tim penyelamat baik dari dalam negeri maupun komunitas internasional masih terus melakukan pencarian dan penyelamatan.
Korban diperkirakan terus bertambah karena banyak yang masih hilang akibat tertimpa puing-puing bangunan.
Menteri Lingkungan Turki melaporkan setidaknya 24.921 bangunan di selatan dan tenggara Turki roboh maupun rusak parah akibat gempa paling dahsyat dalam 100 tahun terakhir itu.
Gempa di Turki kali ini memang menjadi yang terparah sejak 1939. Kala itu, gempa meluluhlantakkan Erzincan timur dan menewaskan sekitar 33 ribu orang. Sementara saat ini, korban gempa sudah mencapai lebih dari 35 ribu di Turki.
Bencana ini pun menjadi salah satu gempa bumi paling mematikan di dunia. Gempa Turki-Suriah menduduki peringkat kelima dalam daftar tersebut, melebihi gempa Sri Lanka pada 2004 yang menewaskan 35.399 orang. (lna)

Leave a Reply