Alami Hipotermia, Seorang Mahasiswa Unsoed Meninggal dalam Pendakian Gunung Slamet

Pendaki Hipotermia meninggal di gunung slamet
Ilustrasi (lolostock)

JoSS, BANJARNEGARA – Sadewa Natha Radya, pendaki dari Unit Pandu Lingkungan (UPL) Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto dilaporkan tewas saat mendaki Gunung Slamet, Sabtu (25/2/2023).

Mahasiswa asal Kabupaten Banjarnegara, Jateng, itu meninggal dunia pada hari Sabtu (25/2) karena kondisi hipotermia akibat cuaca buruk yang terjadi di luar prediksi saat pendakian. Jenazah korban berhasil dievakuasi pada hari Minggu (26/2).

Sadewa merupakan anggota Unit Pandu Lingkungan (UPL) Unsoed yang sedang melaksanakan pendakian wajib di Gunung Slamet.

“Atas terjadinya peristiwa ini, keluarga besar Universitas Jenderal Soedirman menyatakan duka cita yang mendalam dan berdoa semoga almarhum ananda Sadewa Natha Radya husnul khotimah serta keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan keikhlasan,” kata Wakil Rektor Unsoed Bidang Kemahasiswaan Noorman Arie Prayogo seperti dikutip Antara, Senin (27/2).

Noorman mengatakan pihaknya dari Bidang Kemahasiswaan mengupayakan yang terbaik di dalam membantu semua keperluan penanganan kepulangan almarhum Sadewa hingga proses pemakamannya.

Menurut dia, kejadian yang menimpa almarhum Sadewa meninggalkan duka mendalam bagi teman-temannya di UPL Unsoed.

Sebelum pendakian dilaksanakan, kata dia, UPL Unsoed sudah berupaya sebaik-baiknya menyiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan risiko dari kegiatan pendakian, baik pembekalan stamina, pembekalan keterampilan, maupun pengawasan terhadap rute yang dipilih.

“Semoga musibah ini dapat menjadi bahan evaluasi dalam kegiatan kemahasiswaan khususnya di UPL Unsoed di masa yang akan datang,” kata Wakil Rektor.

Kapolsek Bumijawa AKP Mukmin menjelaskan korban mendaki bersama 6 mahasiswa lainnya. Rombongan mahasiswa itu berangkat pada Kamis (23/2) melalui jalur pendakian Permadi Guci, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal.

Mukmin mengatakan, korban diduga mengalami hipotermia akibat terjebak hujan badai di pos lima pada Sabtu sore. “Pada Sabtu malam, Pos Pendakian Permadi menerima informasi satu pendaki tewas di bawah puncak Gunung Slamet. Namun tim SAR baru melakukan evakuasi korban tewas pada Minggu,” kata Mukmin kepada wartawan, Senin (27/2).

Proses evakuasi jenazah berlangsung dramatis karena petugas harus berjibaku di tengah hujan badai. Jenazah korban lalu dibawa ke RSUD Dokter Soesilo Slawi. Selain korban tewas, ada satu lagi pendaki yang mengalami luka-luka. Korban luka tersebut ditangani oleh petugas Puskesmas Bumijawa.

Menurut Mukmin, tim SAR sempat kesulitan saat menandu jenazah korban. Dibutuhkan waktu sekitar enam jam dari puncak menuju pos pendakian Permadi Guci, Kecamatan Bumijawa.

Kepala Pos Pendakian Permadi Guci, Burhan, menjelaskan dari tujuh pendaki itu hanya empat orang yang naik hingga puncak Gunung Slamet.

“Empat pendaki ini semuanya laki-laki. Sedangkan dua pendaki lainnya perempuan dan seorang laki-laki mendirikan tenda di pos lima,” kata Burhan.

Kini jalur pendakian Gunung Slamet dari Pos Permadi Guci, Kabupaten Tegal, ditutup sementara. “Untuk sementara jalur pendakian ditutup, karena cuaca buruk akibat sering ada hujan badai,” kata Kepala Pos Pendakian Permadi Guci, Burhan, kepada wartawan, Senin (27/2).

Menurut Burhan, kegiatan pendakian yang dilakukan anggota muda UPL Mapala Unsoed itu digelar selama tiga hari pada tanggal 23-26 Februari 2023. Adapun tujuannya ialah jalur Permadi Guci-Gunung Malang, Purbalingga.

Isak tangis keluarga dan sahabat mengiringi prosesi pemakaman korban. Ketua PGRI Banjarnegara Noor Tamami mengatakan saat kejadian dia tengah bersama orang tua Sadewa, Sunarto, di luar kota. Sunarto menjabat Sekretaris PGRI Banjarnegara.

“Pak Narto baru tahu kemarin magrib dan langsung ke Slawi, untuk mengambil jenazah untuk dibawa ke rumah,” ujar Noor saat ditemui di rumah duka, Senin (27/2).

Sadewa baru dimakamkan tadi pagi sekitar pukul 09.00 WIB di tempat permakaman umum Kelurahan Parakancanggah. Ia menambahkan, saat kejadian korban tengah mengikuti kegiatan kampus yakni mendaki Gunung Slamet bersama teman kuliahnya.

“Korban sedang mengikuti kegiatan kampus bersama teman-teman kampusnya,” pungkasnya. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*